Jakarta, Dewantara – Pulau Harapan merupakan salah satu dari 10 destinasi prioritas yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Himpunan Mahasiswa Pariwisata Universitas Indonesia melalui Departemen Sosial Masyarakat melakukan sosialisasi kepada guide lokal dan POKDARWIS melalui program kerja Desa Wisata di Pulau Harapan, Jakarta.
Terdapat tahapan pelaksanaan dari program kerja inovasi yang diusung oleh Himpunan Mahasiswa Pariwisata Universitas Indonesia dengan arahan dari Mahadewi, S.Sos., M.M sebagai dosen pembimbing, melalui Desa Wisata yaitu Pelatihan POKDARWIS pada tahun 2023, Pengimplementasian Pelatihan POKDARWIS pada tahun 2024, dan Peluncuran Suatu Wisata pada tahun 2024. Dalam proses pelaksanaan Desa Wisata ini diperlukan kerjasama antara Himpunan Mahasiswa Pariwisata Universitas Indonesia dan POKDARWIS untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Kegiatan Desa Wisata tahun ini dihadiri oleh anggota Departemen Sosial Masyarakat, Dosen Vokasi Universitas Indonesia, POKDARWIS Pulau Harapan sejumlah 30 orang, dan dihadiri oleh Lurah Pulau Harapan.
Pada hari pertama di tanggal 19 September 2023, Program Kerja Inovasi Desa Wisata yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Pariwisata Universitas Indonesia melakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan sebagai permulaan dari adanya program kerja inovasi ini. Materi yang disampaikan pada kegiatan sosialisasi ini bertema SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) pemandu wisata untuk Pulau Harapan dan disampaikan oleh
Mochammad Fajar Akbar, M.SI.PAR. “Sosialisasi kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan POKDARWIS sebagai guide lokal dan memberitahu mengenai pentingnya sertifikasi BNSP bagi seorang guide” tutur Mochammad Fajar Akbar, M.SI.PAR. Kegiatan sosialisasi ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan.
Pada hari kedua tanggal 20 September 2023, kami anggota Departemen Sosial Masyarakat Himpunan Mahasiswa Pariwisata Universitas Indonesia mendapatkan kesempatan untuk melihat serta mengikuti kegiatan mengubah sampah plastik menjadi solar menggunakan mesin pirolisis yang merupakan sebuah program yang telah diusung oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Harapan. Kegiatan mengubah sampah plastik menjadi solar ini didampingi oleh petugas yang mengoperasikan mesin pirolisis dan Ibu PKK setempat. Selain melihat proses pengubahan, kami juga berkesempatan untuk memilah sampah yang telah dikumpulkan dari berbagai rumah yang ada di Pulau Harapan, sampah tersebut tidak serta merta bisa digunakan langsung untuk diubah menjadi solar. Sampah yang bisa diubah menjadi solar adalah sampah plastik kemasan seperti kemasan makanan, deterjen, dan pembersih rumah. Pemilahan sampah harus dilakukan dengan teliti untuk menjaga kualitas solar yang akan dihasilkan. Solar yang dihasilkan dari daur ulang sampah plastik ini dapat digunakan oleh nelayan untuk bahan bakar kapal. Menurut nelayan setempat, penggunaan solar hasil daur ulang jauh lebih efisien untuk kapal dibanding dengan solar yang diperjualbelikan secara umum. Solar yang dihasilkan sangat berpotensi untuk menjadi suatu sumber penghasilan baru bagi masyarakat Pulau Harapan, sayangnya, solar yang dihasilkan belum bisa diperjualbelikan karena belum mendapat izin serta pengujian yang formal.
(Nurtsana Daniswari, Aisyah Azzahra, Ramadhania Marianto & Mahadewi)

