Site icon Dewantara

Teruntuk Siswa

Ilustrasi - merdeka.com

Menjadi guru

sejatinya aku mesti rela

menjadi seorang tuna

bahkan perihal segala

Menyadari bahwa manusia

miliki setiap jalan berbeda

kisah yang penuh reka

aku harus menjadi tuna netra.

Tidaklah patut bagiku mencipta

laku untuk kalian dari sudut pandang mata

harusnya, aku melihat kalian sama

dalam kegelapan yang melangkah mencari cahaya

Akan selalu ada cerita

meski berusaha sembunyi dari dunia

entah bagaimana

mereka semua terbentuk dalam kekata

maka begitulah kalian dalam cerita

yang senantiasa berkeliaran sekenanya.

Aku kini menjadi tuna rungu

tak lagi mendengar kekata yang menderu

yang pesta pora dari kepala perihal kamu.

Aku mesti menghadirkan keyakinan yang satu

bahwa bagaimana pun cerita tentangmu

akan selalu hadir pada nurani butuh ilmu.

Perihal kita dalam menyusun kekata

pada sebagian masa akan lahir rasa

entah dengan apa kau sebut ia dalam nama

ketika itu aku mesti segarkan kepala

menjadikan diri sebagai tuna asmara

tak ada rasa yang terbagi antara kita

sebab aku harus memperlakukanmu dengan yang lainnya sama

rasaku mesti terbagi sama rata

tak menghadirkan satu rasa saja

bahkan kerap aku mesti terima

bahwa tak sebutir debu pun itu ada.

Aku mesti terima ketika dapatkan tiada.

Ketika sepertiga hari telah kita lalui bersama

kamu bisa kembali pada peluk mama dan papa

merebahkan diri pada matras dinginkan kepala.

Ketahuilah bahwa aku mesti rela

meyakinkan diri sebagai tuna wisma

tak ada kata pulang meski dalam rumah

menggugurkan kata lelah meski raga telah rebah.

Segalanya, masih tersisa perihal sekolah

selalu ada kekata yang mesti kuasah

kala tinta masih sedikit basah

perihal tanya yang buat kamu resah.

Aku mesti siapkan apa-apa yang hilangkan kesah.

Terima kasih telah memberi banyak hal pada hidupku ini, sesuatu yang kuyakini amat berarti. Tak ada lagi yang kuingini sampai nanti suatu ketika kamu bisa berdiri di atas kakimu sendiri, dengan tanganmu segala cita yang hadir di kepala sepenuhnya kan terisi. Aku tak akan meminta apa-apa. Ketika segalanya kau jadikan tiada siapa, bagiku purna sudahlah semua.

Tertanda, gurumu

Aksa

Exit mobile version