Dewantara, Jakarta- Ujian Nasional tahun 2017 berjalan dengan lancar. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, perpindahan pelaksanaan ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) menjadi ujian nasional berbasis komputer (UNBK) meningkatkan integritas pelaksanaan ujian. Hal tersebut turut meningkatkan kehandalan hasilnya.
“Pelaksanaan UN tahun ini berjalan dengan sangat lancar dan relatif tidak banyak kendala dan masalah. Laporan kebocoran soal dan kecurangan jauh berkurang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” jelas Muhadjir Effendy.
Pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA), capaian indeks integritas ujian nasional (IIUN) yang sudah UNBK pada 2016 meningkat 3,39 poin. Sementara yang beralih dari UNKP menjadi UNBK meningkat signifikan.
Hasil menggembirakan juga ditunjukkan oleh provinsi-provinsi yang sudah memiliki IIUN tinggi dan sekarang menyelenggarakan UNBK seratus persen. Antara lain rovinsi Bangka-Belitung meningkat 4,31 poin, Provinsi Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta meningkat 4,2 poin, dan Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta meningkat 2,07 poin.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad, menargetkan seratus persen penyelenggaraan UNBK di tahun 2018 untuk jenjang pendidikan menengah. Koordinasi dengan pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun provinsi akan dilakukan untuk penyediaan fasilitas teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pendidikan.
Tahun ini, Indonesia mengukir sejarah baru dalam penggunaan teknologi dalam ujian terstandar dengan terlaksananya UNBK di 30.577 sekolah/madrasah/pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang diikuti oleh 3.731.099 siswa dan peserta kegiatan belajar mengajar. Peningkatan jumlah peserta UNBK dari tahun 2016 ke tahun 2017 mencapai 410 persen, sementara peningkatan jumlah sekolah yang mengikuti UNBK mencapai 760 persen.
Pada jenjang pendidikan menengah, UN diikuti oleh 1.312.023 siswa dari 12.501 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta 2.301.176 siswa dari 20.512 SMA/MA/sederajat. Untuk jenjang SMK, 1,176 juta siswa (90%) dilayani dengan komputer (UNBK), sementara pada jenjang SMA/MA 1,145 juta siswa (60%) dilayani dengan UNBK. Sisanya mengikuti UNKP.
Pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Provinsi Bangka-Belitung, DKI, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan telah 100 persen menggunakan UNBK. Sementara pada jenjang SMA/MA, Provinsi Bangka-Belitung, DKI Jakarta, dan DI (DI) Yogyakarta telah 100 persen menggunakan UNBK.
Annisa










