Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Kabar

Diskusi Lintas Komunitas: Menjual Agama dalam Pemilu

dewantara.id by dewantara.id
April 24, 2019
in Kabar, Nasional
0
Diskusi Lintas Komunitas: Menjual Agama dalam Pemilu

Dokumentasi panitia “Diskusi Lintas Komunitas”.

68
SHARES
759
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Dewantara, Jakarta – Hasutan kebencian marak terjadi dalam dunia politik. Identitas SARA menjadi sarana politik yang seringkali disalahgunakan selama pemilu serentak 2019. Setelah sukses mengadakan Seminar Nasional di hari pertama, rangkaian PESTARAMA#4 hari kedua diisi dengan “Diskusi Lintas Komunitas”.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Madya Lantai 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengangkat tema “Hasutan Kebencian di Tahun Politik”.
Beberapa komunitas internal dan eksternal turut hadir seperti Forum Mahasiswa Ciputat, Forum Lingkar Pena, DEMA Universitas, HMI, PMII, Radio Dakwah Kampus, Komunitas Lintas Budaya, serta beberapa komunitas lain

Ali Nur Sahid pemantik diskusi menyatakan bahwa kampanye di tahun politik menjadi ladang hoaks yang menambah suasana panas. “Tiap hari kita disuguhi suasana politik yang kacau, terlebih lewat media sosial,” tutur Ali yang merupakan Peneliti di Pusat Studi Agama dan Demokrasi Paramadina di Jakarta(23/04).

Kendati membahas politik dalam suasana pemilu serentak, Ali lebih banyak menyinggung soal politik identitas yang banyak dimainkan selama berlangsungnya kampanye.

“Identitas agama menjadi alat yang digunakan untuk berpolitik. Dulu bicara soal agama, kita biasa saja. Sekarang bercanda soal agama dalam suasana saat ini membuat kita berpikir panjang, akan ada ketersinggungan,” paparnya.

Makyun Subuki, peserta diskusi sekaligus Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UIN Jakarta menyatakan bahwa pendidikan tidak lagi dapat menjamin objektivitas dalam memahami sebuah wacana politik. Orang lebih cenderung menerima atau menolak wacana politik berdasarkan kesamaan bangunan epistemo-antropologisnya daripada muatan objektifnya.

Fahri Muhammad Ahmadi, dosen Fakultas Syariah dan Hukum menambahkan bahwa politik identitas yang dimainkan dalam pilpres sebenarnya bukan hanya agama, melainkan juga identitas kesukuan. Hal itu ditandai dengan salah satu ormas Betawi yang beralih keberpihakan untuk mendukung pasangan capres lain.

Akan tetapi, dia menekankan juga bahwa agama memang menjadi politik identitas yang utama dalam pilpres kali ini, karena daya jangkau yang lebih luas dan daya keberterimaan yang lebih mudah. Lebih jauh, Suhatna, dari Forum Lingkar Pena mengemukakan, “Keberpihakan seseorang bahkan menyebabkan mereka tidak mau menerima kebenaran. Masyarakat kurang kritis untuk menggali kebenaran”.

Ali menyinggung bahwa politik identitas dianggap murah ketimbang pemaparan visi-misi. “Identitas agama salah satunya. Banyak menarik minat karena menawarkan nilai dan surga.” tuturnya.

Melihat antusiasme peserta yang cukup tinggi memberikan argumennya, acara ini diharapkan membuka mata bagi para peserta untuk melihat politik dari berbagai sisi untuk konsolidasi demokrasi, terlebih dengan maraknya politik identitas, ujarnya menutup diskusi.

Tidak hanya itu, peserta yang selesai mengikuti Diskusi Lintas Komunitas, langsung disuguhi Pameran Napak Tilas Danarto di Aula Madya Lantai 1. Pameran yang berlangsung sejak senin lalu, menghadirkan karya-karya mendiang Danarto seperti buku, lukisan, dan juga kisah perjalanan hidup Danarto.

Tidak hanya dikunjungi oleh para mahasiswa, N.Riantiarno, pendiri Teater Koma menjadi salah satu pengunjung di dalamnya. Selepas mengisi acara Seminar Nasional, N.Riantiarno berkesempatan melihat dan merekonstruksi kembali, bagaimana mendiang Danarto selama hidupnya mengambil peran penting dalam dunia sastra Indonesia.

“Kalian ini gila ya, keren bikin acara seperti ini,” ujar N. Riantiarno disela-sela kunjungannya.

Tags: PESTARAMA#4UIN Jakarta
Tweet17Share27Share7Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
MWC Cibeber Gelar PD-PKPNU Pertama dengan Khidmat

MWC Cibeber Gelar PD-PKPNU Pertama dengan Khidmat

February 13, 2026
Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025
LAZISNU Kota Cilegon Menebar Manfaat melalui Berbagi Takjil Gratis

LAZISNU Kota Cilegon Menebar Manfaat melalui Berbagi Takjil Gratis

March 23, 2025
Peresmian Ruang Kelas Masa Depan oleh Dirut PT.SPC Raymond, Direktur wilayah EMEA Google for Education Colin dan Staf Khusus Menteri Kemendikdasmen Rowi.

Google dan SPC Luncurkan ‘Ruang Kelas Masa Depan’, Kemdikdasmen, Pemprov Banten, dan KSRG Dukung

March 12, 2025
Sambutlah, Sekolah Negeri Pertama KSRG di Provinsi Banten: SMPN 5 Kota Cilegon

Sambutlah, Sekolah Negeri Pertama KSRG di Provinsi Banten: SMPN 5 Kota Cilegon

February 11, 2025
SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

October 22, 2024
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
Perjalanan itu Merubah Manusia

Perjalanan itu Merubah Manusia

March 6, 2026

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version