Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Dari Anda

Pemakan Teori

admin by admin
July 21, 2016
in Dari Anda
0
Pemakan Teori
60
SHARES
668
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Dahulu kala ketika masih anak kecil ketika kita ingin melompati sisi sungai satu dan sisi lainnya, kita cukup melihat dan membayangkan saja kekuatan dan jarak antar sisi sungai. Begitu otak kecil kita mengatakan iya bisa diloncati, maka spontan saja kaki kita mundur sedikit dan mengambil ancang-ancang kemudian meloncat. Brekkk lalu sampailah kita di sisi sungai lain yang kita lompati. Apapun itu yang dilompati biasanya hanya perlu sedikit bayangan sedikit dan bertindak dan jadilah.

Ya walaupun terkadang ada juga yang tidak berhasil, kemudian kita tercebur di sungai kecil yang kita lompati. Salah satu akibatnya mungkin terjatuh, baju basah, badan kotor dan sedikit lecet-lecet.

Seiring bertambah pengetahuan kita, menjadi kenallah kita dengan matematika. Lalu ketika kita melompat-lompat dihitunglah jarak antar kedua sisi sungai. Lalu berapa energi yang dibutuhkan untuk melompat dan selamat di sisi lain.

Sedikit tambah waktu tapi aman. Tapi hitungan tiap orang tentu beda. Karena meski jarak antar sisi sungai sama, tapi energi satu orang dengan orang lainnya tentu beda. Panjang kakinya juga beda, tentu hasilnya juga beda. Jadi di matematika satu orang dengan orang lainnya tentu beda-beda apa yang dibutuhkan untuk meloncati sungai itu.

Semakin bertambah pendidikan kita semakin bertambah pengetahuan kita. Ilmu sosial salah satunya juga. Dari teori satu ke teori berikutnya. Semakin dilatih kita menyelesaikan masalah satu demi masalah lain dengan teori yang lain.

Tentu mahir sekali jika ditanya apa jawaban masalah A ? Lalu saling bermunculanlah teori 1 hingga teori selanjutnya untuk menjawab masalah A. Orang yang belajar teori lainnya tentu akan menjawab dengan teori yang dia pelajari.

Puas sekali mungkin Dr, Profesor yang mengajar para mahasiswa-mahasiswa yang sangat pagam dan mahir sekali menggunakan teori itu. Namun alangkah gagapnya ketika seorang tukang becak bertanya kepada mahasiswa ahli teori itu jadi apa pendapatmu soal masalah A tadi ? Mahasiswa itu kemudian kembali menjawab dengan teori-teori yang dia pelajari. Kembali tukang becak itu bertanya ? Bukan saya ingin tahu pendapat kamu sendiri soal masalah A tadi bukan pendapat orang lain. Si mahasiswa kembali kekeh menjawab iya itu pendapat saya.

Lalu bagian mana yang merupakan pendapatmu sendiri ? Ternyata si mahasiswa tadi lupa bagaimana melompat dari sisi sungai satu ke sisi lainnya. Lupa dengan bayangan dan brekk lompat dan sampai di sisi lainnya. Lupa ketika ia memakai rumus atau teori akan sangat berbeda dengan satu orang dengan lainnya. Karena perbedaan tenaga, panjang kaki dan sebagainya.

Lalu buat apa kamu belajar semua teori di dunia ini kalau pada akhirnya kamu tidak bisa berpendapat sendiri tentang masalahmu sendiri, masalah RT mu sendiri, masalah desamu sendiri, masalah kotamu sendiri.

Untuk sekedar merasakan salah dan benar saja mesti disuapin oleh pejabat dan media massa. Padahal kamu dari kecil sudah diajarin bagaimana rasanya cabe dengan kamu menggigitnya. Tapi kamu jadi lupa pedas karena kamu terus berkutat definisi pedas tanpa kamu mengigitnya.

 

Penulis: Sasmito

Tags: pendidikanteori
Tweet15Share24Share6Share
admin

admin

Related Posts

Travel Writing sebagai Sumber Informasi Perjalanan

Travel Writing sebagai Sumber Informasi Perjalanan

July 8, 2024
Menjelajahi Keindahan Jawa-Bali: Panduan Komprehensif untuk Wisata Overland

Menjelajahi Keindahan Jawa-Bali: Panduan Komprehensif untuk Wisata Overland

July 8, 2024
JURNAL REFLEKSI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN

JURNAL REFLEKSI MODUL 3.1 PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEBAGAI PEMIMPIN

May 2, 2024
Pentingnya Perubahan Kurikulum

Pentingnya Perubahan Kurikulum

January 19, 2024
Sosialisasi kepada POKDARWIS Pulau Harapan: Pentingnya Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi

Sosialisasi kepada POKDARWIS Pulau Harapan: Pentingnya Sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi

December 21, 2023
Kayak Orang Freak

Kayak Orang Freak

November 22, 2023
Menjadi Multitalenta

Menjadi Multitalenta

November 22, 2023
Sejarawan Taufik Abdullah (2-selesai)

Sejarawan Taufik Abdullah (2-selesai)

January 15, 2021
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
Perjalanan itu Merubah Manusia

Perjalanan itu Merubah Manusia

March 6, 2026

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version