Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Kabar

Tiga Sejarawan Kupas Sejarah Cilegon

dewantara.id by dewantara.id
December 22, 2016
in Kabar, Nasional
0
Tiga Sejarawan Kupas Sejarah Cilegon
104
SHARES
1.2k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Dewantara, Cilegon- Pentingnya kehadiran sejarah lokal sebagai pendamping bagi sejarah nasional merupakan suatu keniscayaan dalam pengembangan ilmu sejarah. Pemerintah daerah umumnya mengembangkan penggalian kembali sejarah di wilayahnya sebagai bagian dari merumuskan identitas daerah.

                      editor Bonnie Triyana menyerahkan buku kepada Plt.Sekda Kota Cilegon oke

Mensosialisasikan Nilai Sejarah
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Cilegon melakukan terobosan dengan membuat Buku Sejarah Cilegon dengan menggandeng tiga orang sejarawan profesional. Ada Mufti Ali, Hendri F.Isnaeni, dan Bonnie Triyana. Nama terakhir juga berperan sebagai editor. Buku Sejarah Cilegon menggunakan banyak sumber – baik primer maupun sekunder – sehingga mampu menghadirkan wawasan yang cukup lengkap tentang sejarah perkembangan Kota Cilegon.

Bukhori selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menyampaikan dalam sambutan dalam kegiatan yang digelar pada Rabu, 21 Desember 2016 di Hotel Grand Mangkuputra-Cilegon.

“Tujuan pembuatan buku Sejarah Cilegon untuk mensosialisasikan nilai-nilai sejarah Cilegon kepada para guru, para peserta didik, serta masyarakat Kota Cilegon” ujarnya.

Melalui proses pengumpulan data selama lima tahun, dan proses penulisan selama lima minggu, buku Sejarah Cilegon berhasil memotret kehidupan dinamis masyarakat Cilegon dari waktu ke waktu.

Pelaksana tugas (Plt.) Sekertaris Daerah Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati, menyampaikan cita-citanya “Bahwa masyarakat dan generasi penerus tahu dan mengenal sejarah Cilegon secara benar”.

Lalu Ratu Ati juga menekankan “Selama beberapa dekade penulisan sejarah terfokus pada sejarah nasional, namun akhir-akhir ini mulai muncul kajian sejarah lokal di berbagai daerah. (buku sejarah cilegon) Ini memiliki peran strategis, karena tidak hanya berhenti pada forum launching dan diskusi, namun kandungan buku ini mampu sampai kepada peserta didik.”

Cilegon Sebagai Lumbung Patriot
Bonnie Triyana pada awal pemaparan buku menyampaikan bahwa “Buku ini bukan kebenaran final. Buku ini bertujuan melontarkan bahan diskusi tentang sejarah Cilegon”. Penyajian buku menurut Bonnie juga mengikuti rangkaian urutan waktu yang terjadi di Banten, maupun khusus di Cilegon. Pembagian bab dimulai dari Gambaran Umum Kota Cilegon pada bab I, lalu Sejarah Banten Zaman Pra-Sejarah di bab II, sampai Cilegon Sebagai Kota dalam bab terakhir, yaitu bab X.

Pemaparan menjadi makin menarik ketika dibahas tentang bab Pendidikan Modern dan Madrasah Al-Khairiah 1877-1942. Menjadi sangat menarik karena pada 1955 Al-Khairiah memiliki 7000 santri. Mufti Ali mendadarkan tentang bagaimana keterkaitan pesantren Al-Khairiah dengan generasi-generasi patriot dari Cilegon.

“Tidak ada satu daerah pun di Indonesia, dimana ada tiga pahlawan yang ketiganya terkait hubungan ayah dan anak, lalu kemudian anak itu kemudian memiliki cucu yang juga pahlawan, sebagaimana yang terjadi di Cilegon”.

Mufti merujuk pada fakta seputar Ki Haji Wasid, tokoh sentral dalam peristiwa Pemberontakan Petani Banten 1888 sebagaimana ditulis oleh Sartono Kartodirdjo. Pada genealogi Ki Haji Wasid di buku Sejarah Cilegon, dituliskan bahwa ayah dari Ki Haji Wasid yang bernama Abbas, merupakan salah satu anggota pasukan Haji Wakhia yang memberontak kepada pemerintah kolonial Belanda pada 1850. Lalu garis kepahlawanan itu dilanjutkan dari Abbas ke Ki Wasid, dan kemudian dilanjutkan kepada cucu dari Ki Wasid yaitu Kyai Haji Syam’un.

Hendri F.Isnaeni banyak menyampaikan diskusi seputar kajian sejarah Cilegon setelah zaman kemerdekaan. Terutama terkait lahirnya Perusahaan Trikora, yang pada perkembangan selanjutnya menjadi PT Krakatau Steel. “Dampak industrialisasi sangat besar (revolusioner) bagi perkembangan Kota Cilegon. Bahkan saat itu (1970-an) dikategorikan Kota Pertama karena memiliki industri primer yaitu baja, sedangkan wilayah lain di sekitar Kota Cilegon, seperti Serang dikategorikan sebagai Kota Kedua karena fungsinya sebagai penyangga bagi Kota Pertama”. Lalu “walaupun tentu hal itu (kehadiran industri) pun membawa permasalahannya sendiri”.

Masing-masing peserta launching mendapatkan kit berisi buku Sejarah Cilegon beserta tiga buku lain tentang budaya Cilegon dan DVD film “Ki Wasid: Pahlawan Geger Cilegon. Setelah menjawab secara spesifik pertanyaan dari dua penanya, rangkaian acara diakhiri dengan penandatangan buku dan sesi foto bersama.

Ahmad Muttaqin

Tags: Bonnie TriyanaCilegonsejarah
Tweet26Share42Share10Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
MWC Cibeber Gelar PD-PKPNU Pertama dengan Khidmat

MWC Cibeber Gelar PD-PKPNU Pertama dengan Khidmat

February 13, 2026
Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025
LAZISNU Kota Cilegon Menebar Manfaat melalui Berbagi Takjil Gratis

LAZISNU Kota Cilegon Menebar Manfaat melalui Berbagi Takjil Gratis

March 23, 2025
Peresmian Ruang Kelas Masa Depan oleh Dirut PT.SPC Raymond, Direktur wilayah EMEA Google for Education Colin dan Staf Khusus Menteri Kemendikdasmen Rowi.

Google dan SPC Luncurkan ‘Ruang Kelas Masa Depan’, Kemdikdasmen, Pemprov Banten, dan KSRG Dukung

March 12, 2025
Sambutlah, Sekolah Negeri Pertama KSRG di Provinsi Banten: SMPN 5 Kota Cilegon

Sambutlah, Sekolah Negeri Pertama KSRG di Provinsi Banten: SMPN 5 Kota Cilegon

February 11, 2025
SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

October 22, 2024
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
Perjalanan itu Merubah Manusia

Perjalanan itu Merubah Manusia

March 6, 2026

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version