Dewantara.id, Jakarta – Indeks Perkembangan Pemuda atau Youth Development Index (YDI) yang terbaru telah mengungkapkan kesenjangan antara kualitas pendidikan yang diterima oleh anak muda dan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan di Indonesia.
Sekretaris utama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Gellwynn Jusuf mengatakan pada hari Jum’at bahwa YDI 2017 telah meningkat pesat menjadi 50,17 dari sebelumnya ada dikisaran angka 47,33 pada tahun 2016.
Diketahui bahwa indeks ini mencakup beberapa aspek yang dianggap penting untuk kemajuan pemuda seperti pendidikan, kesehatan, keselamatan dari kejahatan dan kepemimpinan. Namun, ada yang paradoks dibalik angka kenaikan tersebut.
Sementara partisipasi pemuda dalam mengenyam pendidikan mendapatkan nilai tertinggi dalam indeks, namun, tidak demikian halnya pada tingkat keterserapan kesempatan pekerjaan yang menunjukkan grafik tetap rendah. Demikian paparan dari Bappenas dalam pengumumannya perihal indeks tersebut.
Lebih lanjut dijelaskan ternyata sebagian besar anak muda Indonesia menerima pendidikan hanya sampai pada level sekolah menengah. “Jadi tidak sampai melalui universitas. Padahal kenyataannya, di Indonesia, sebagian besar kesempatan kerja berada di sektor kerah putih yang membutuhkan tingkat pendidikan yang lebih tinggi,” tambah Gellwyn.
Dia mengatakan pemerintah belum melakukan studi lebih lanjut tentang penyebab ketidakseimbangan antara tingkat pendidikan dengan pekerjaan dalam indeks tersebut. “Ada faktor-faktor lain, seperti infrastruktur, yang dapat meningkatkan peluang kerja karena anak-anak akan dapat berkeliling dan mencari pekerjaan dengan lebih mudah,” kata Gellwynn sebagaimana dilansir dari Jakarta Post, Sabtu (14/07/2018).
Pemerintah, sementara itu, akan terus menganalisis semua data yang terkait dengan YDI karena juga mempengaruhi indeks pembangunan manusia secara keseluruhan, tambahnya. (MZ)









