Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Garis Waktu

Para Penantang Romawi (1): Hannibal Barca dari Kartago

dewantara.id by dewantara.id
August 1, 2018
in Garis Waktu
0
Para Penantang Romawi (1): Hannibal Barca dari Kartago

Lukisan Hannibal Barca oleh John Chapman, dibuat tahun 1800. sumber: britannica.com

32
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Ada satu orang panglima perang yang pernah menyerang jantung Kekaisaran Romawi. Namanya melegenda, lalu kebudayaan barat mendokumentasikannya, studio di hollywood memakai namanya sebagai tokoh pembunuh kejam dalam film silence of the lamb. Namanya adalah Hannibal Barca.

Sejarah dunia telah mencatat Kekaisaran Romawi (27 SM-476 M) sebagai salah satu kerajaan terbesar di dunia, dan Kekaisaran Romawi juga telah tercatat sebagai kerajaan Kristen yang pernah ada di Eropa. Kekuasaan Romawi menyebar di seantero Italia, Prussia, Teluk Balkan, Spanyol, Inggris, dan Afrika Utara.

Ketika berbentuk Republik (509-27 SM), Romawi sedang berusaha melebarkan kekuasaannya ke Pulau Korsica, Spanyol, dan pesisir Afrika Utara. Romawi berusaha merebut wilayah-wilayah tersebut dengan kekuatan tenaga manusia (tentara) maupun kekuatan persenjataan mereka. Para panglima perang Romawi terkenal karena kekuatan strategi mereka yang cemerlang.

Kekuasaan Romawi begitu tangguh dan membuat suku-suku di Eropa banyak sekali yang pada akhirnya bertekuk lutut. Wilayah suku-suku tersebut dikuasai dan banyak penduduk dari suku-suku yang ditaklukkan dijadikan budak. Para budak ini dapat dierjualbelikan, dapat juga dijadikan pekerja pada proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh Kerajaan Romawi. Kita mengetahui bahwa tambang emas dan windmill menggunakan ratusan sampai ribuan tenaga budak. Keberadaan budak secara langsung telah menjadi aset maupun properti yang sangat menguntungkan bagi Romawi.

Strategi Hannibal

Tapi, bahkan ketakutan suku-suku di Eropa dan pesisir Afrika Utara tidak dapat memdamkan semangat perlawanan terhadap penaklukkan Romawi. Dari Kartago, muncul seorang panglima perang yang akan membawa perang bukan di sudut-sudut benua Eropa, Asia, atau pesisir Afrika Utara namun panglima perang dari Kartago itu akan membawa perang ke ‘pekarangan’ Kerajaan Romawi.

Seorang kapten bernama Hannnibal Barca akan memimpin puluhan ribu pasukannya melawan puluhan ribu pasukan Romawi. Hannibal berpikir bahwa kalau melawan Romawi hanya di Spanyol, itu hanya sekedar melawan ‘lengan’ Romawi.

Oleh Romawi, pasukan yang dipimpin oleh Hannibal disebut pasukan barbar. Suatu penggunaan kata yang sangat tendesius dan merendahkan, yang digunakan oleh bangsa Romawi untuk menyebut kaum yang menolak untuk tunduk dan dikuasai oleh Romawi.

Suku-suku yang tergabung dalam pasukan barbar terdiri dari suku Gaull, Gallic, Insubres, dan Boii. Dari suku Gaull dan Gallic, Hannibal membutuhkan jalur aman dari Pegunungan Alpen menuju Lembah Po di Italia. Sedangkan untuk Insurbes dan Boii, mereka memang merasa terjajah oleh Romawi. Suku-suku tersebut juga mengirimkan sebagian kekuatan pasukan mereka untuk bergabung dengan Hannibal.

Hannibal memiliki visi yang sangat kuat, bahwa dengan menyerang Romawi langsung ke Kota Roma, Italia akan menghancurkan kekuatan dan semangat pasukan Romawi. Maka dari itu Hannibal bersikeras menyebrangi Pegunungan Alpen dan masuk ke Italia. Pada tahun 218 SM pasukan Hannibal, termasuk beberapa pasukan gajah.

Lukisan pasukan Hannibal menyebrangi Sungai Rhone menuju Pegunungan Alpine dibuat oleh Henri-Paul Motte pada 1894. sumber: thehistoryherald.com

Perjuangan pasukan yang dipimpin Hannibal dalam menyeberangi Pegunungan Alpen sangat berat. Mereka harus membawa tubuh, lengkap dengan perlegkapan perang menyeberangi medan medan dingin dan berangin kencang.

Pada saat pasukannya berhasil melewati Pegunungan Alpen dan bersiap menghadapi pasukan Romawi yang menghadap di Cannea, Hannibal berkata “Kita sudah mengalahkan diri kita, kelelahan kita. Kita juga sudah mengalahkan Pegunungan Alpen. Dan semua menuju pada momen saat ini. Tidak ada pengejaran lagi, tidak ada perjalanan lagi. Semuanya berakhir saat ini.”

Rute Hannibal menginvasi Italia, dimulai dari Semenanjung Iberia sampai pertempuran Cannae. sumber: ancient.eu

Pada pertempuran Cannea (tahun 216 SM), pasukan ‘Barbar’ Hannibal berhasil mengalahkan pasukan Romawi. Romawi kehilangan 60.000 pasukannya yang tewas, dan pasukan ‘Barbar’ kehilangan 6.000 pasukannya yang tewas.

Kemunculan Jendral Scipio, Pembela Romawi.

Lawan Hannibal dari pihak Romawi adalah Scipio. Seorang jendral yang jeli dan sangat percaya diri, serta sangat percaya pada kekuatan pasukan Romawi.

Romawi terguncang dengan kekalahan pada pertempuran Cannea. Begitu terguncangnya sampai perlu menyusun sejumlah kesepakatan dengan kaum ‘Barbar’.  Scipio mengecam tindakan ketua Senat yang telah merumuskan kesepakatan dengan kaum ‘Barbar’’, Scipio menuding serta memandang rendah bahwa kesepakatan tersebut merupakan bentuk “menyerah” Romawi terhadap Hannibal.

Scipio tidak puas dan kemudian berpikir untuk mengalahkan pasukan ‘Barbar’. Ide yang kemudian dijalankan oleh Scipio pada perkembangan selanjutnya mengubah arah perang.

Scipio memutuskan untuk menggunakan taktik yang sebelumnya digunakan Hannibal, yaitu dengan menyerang langsung kekuatan Kartago, langsung di tempat asalnya. Scipio menyiapkan tentaranya, lalu berlayar menyusuri laut, untuk kemudian mendaratkan pasukannya di pesisir pantai Afrika Utara. Menyadari pergerakan pasukan Romawi yang akan menyerang langsung Kartago, maka pasukan yang dipimpin oleh Hannibal melakukan pengejaran ke arah pesisir Afrika Utara.

Pergerakan pasukan Scipio di Afrika, memaksa Hannibal kembali ke Kartago. sumber: wikipedia.org

Militer Romawi punya kemampuan luar biasa untuk belajar dari pertempuran, bahkan kekalahan. Di dalam pertempuran Zama (tahun 202 SM), akhirnya Hannibal menderita kekalahan pertama – dan satu-satunya – yang pernah dia derita. Kekalahan di Zama tersebut membuatnya terguncang, dan lalu mundur dari pemimpin pasukan.

Walau tidak lagi memimpin pasukan, Bangsa Romawi masih menganggap bahwa Hannibal selalu menjadi ancaman bagi keberadaan Kerajaan Romawi. Oleh sebab itu, Romawi meminta Kartago menyerahkan Hannibal. Namun Hannibal masih disegani oleh kawan maupun lawan, ia lalu memilih mengasingkan diri. Pada tahun 183 SM Hannibal memilih mengakhiri hidupnya sendiri.

 

(Sumber: Barbarian Rising , History Channel)

Ahmad Muttaqin

Tags: HannibalHannibal BarcaPerang CannaePerang ZamaRomawiScipio
Tweet8Share13Share3Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Alasan Diponegoro Memerangi Belanda

Alasan Diponegoro Memerangi Belanda

May 8, 2020
Selamat Hari Pramuka…

Selamat Hari Pramuka…

August 14, 2018
Para Penantang Romawi (2): Variathus dari Lusitania

Para Penantang Romawi (2): Variathus dari Lusitania

August 4, 2018

“Jalur Laut, Jalur Favorit Nusantara Zaman Kuno“

August 1, 2018
Kekuasaan Adolf Hitler (5 – habis): Hitler Terpojok

Kekuasaan Adolf Hitler (5 – habis): Hitler Terpojok

July 20, 2018
Kekuasaan Adolf Hitler (4) : Operasi Barbarossa

Kekuasaan Adolf Hitler (4) : Operasi Barbarossa

July 11, 2018
Napas Baru Sertifikasi Guru

Pendidikan Islam di Indonesia dalam Sejarah

June 22, 2018
Dekonstruksi Mitos Nama Bulungan

Dekonstruksi Mitos Nama Bulungan

June 14, 2018
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
Perjalanan itu Merubah Manusia

Perjalanan itu Merubah Manusia

March 6, 2026

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version