Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Kabar Nasional

Pelaku Kekerasan Seksual Pada Anak Tidak Hanya Orang Asing

dewantara.id by dewantara.id
July 14, 2019
in Nasional, Tips
0
Tingkat Pekerja Anak Masih Tinggi di Kota Besar

Ilustrasi: pekerja anak. Foto: Pixabay

81
SHARES
900
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Dewantara, Jakarta – Semakin maraknya pemberitaan kasus kekerasan seksual pada anak di berbagai media selalu membuat orangtua khawatir. Situasi tersebut diperparah dengan fakta bahwa masih banyaknya mitos kekerasan pada anak yang beredar di masyarakat. Tentu saja tak hanya merugikan korban, sejumlah mitos ini juga sering justru meneror dan bikin resah.

Nah, supaya tidak lagi salah kaprah, berikut berbagai mitos kekerasan seksual pada anak yang perlu diluruskan, sebagaimana dilansir hellosehat.com (12/07).

Jenis-jenis kekerasan seksual

Menurut undang-undang nomor 35 tahun 2014, kekerasan terhadap anak adalah setiap perbuatan pada anak yang berakibat timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, seksual, dan/atau penelantaran, termasuk ancaman untuk melakukan perbuatan, pemaksaan, atau perampasan kemerdekaan dengan cara melawan hukum.

Namun, kekerasan seksual pada anak terbagi lagi menjadi banyak jenis. Menurut World Health Organzation (WHO), jenis kekerasan seksual terhadap anak meliputi pornografi, perkataan-perkataan porno, tindakan tidak senonoh, pelecehan organ seksual anak, perdagangan seksual, serta ekspolitasi melalui media sosial.

Mitos-mitos kekerasan seksual pada anak yang keliru

Banyaknya kasus kekerasan seksual pada anak memang membuat setiap orangtua merasa cemas dan takut. Namun, jangan sampai ketakutan yang Anda alami bersumber dari informasi yang tidak valid dan tidak diketahui kebenaran pastinya.

Maka itu, yuk akhiri beragam mitos kekerasan seksual pada anak dengan mengetahui fakta sebenarnya. Ingat, salah satu senjata terbaik untuk menjaga keselamatan anak adalah pengetahuan yang mumpuni.

1. Pelakunya pasti orang asing

Banyak orang mengira bahwa pelaku pelecehan seksual pada anak sudah pasti orang asing, yang belum pernah ditemui atau dikenal anak sebelumnya. Faktanya, pelecehan seksual bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk kerabat terdekat anak.

Data di lapangan menunjukkan bahwa hampir kebanyakan kasus kekerasan seksual pada anak justru dilakukan oleh anggota keluarga terdekat. Hal ini dibenarkan oleh Ketua Subkomisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan, Maria Amiruddin, yang dikutip dari laman BBC Indonesia. Maria mengatakan bahwa lebih dari 60 persen kasus kekerasan seksual terjadi di lingkungan rumah dengan pelaku ayah, paman, atau kakak.

Maka dari itu, para ahli meminta para orangtua untuk mengenalkan pendidikan seksual pada anak sedini mungkin. Ajari anak Anda mengenali anatomi tubuhnya sendiri dan beri tahu mereka bahwa ada area-area tertentu yang tidak boleh dilihat atau disentuh sama sekali oleh orang lain. Kecuali jika kondisi tubuh anak mengharuskan untuk diperiksa oleh tenaga medis.

Selain itu, ajari anak juga untuk berani bersuara melaporkan kejahatan dan perilaku mencurigakan yang terjadi di sekitarnya ke pihak yang berwajib.

2. Pelaku adalah laki-laki

Kekerasan seksual memang lebih banyak terjadi pada perempuan dan dilakukan oleh pria. Itu sebabnya, stigma pelaku kekerasan seksual adalah laki-laki memang sangat kuat dan mengakar di benak masyarakat. Namun, tahukah Anda bahwa kepercayaan ini salah kaprah?

Lagi-lagi, penting untuk dipahami bahwa pelaku kekerasan seksual bisa siapa saja. Tidak mengenal gender atau jenis kelamin. Tak melulu laki-laki, kekerasan seksual pada anak juga bisa dilakukan oleh wanita. Begitu juga sebaliknya, anak yang menjadi korban kekerasan seksual tidak selalu perempuan. Pada kenyataanya banyak juga anak laki-laki di luar sana yang jadi korban.

Faktor yang mendorong seseorang untuk berbuat jahat tidak didasari oleh gender alias jenis kelamin. Jadi, wanita mungkin saja jadi pelaku kekerasan seksual yang menargetkan anak laki-laki.

3. Kekerasan seksual hanya dilakukan oleh orang dewasa

Mitos kekerasan seksual pada anak satu ini penting untuk diluruskan. Seperti yang sudah disinggung di atas, kekerasan seksual bisa dilakukan oleh siapa saja. Sangat mungkin kekerasan seksual terjadi dalam lingkup pertemanan anak-anak. Entah itu dilakukan oleh teman yang sesama jenis atau lawan jenis.

Pelecehan seksual adalah jenis kekerasan seksual yang paling sering terjadi dengan korban dan pelaku sama-sama anak. Pelecehan yang biasanya dilakukan meliputi tindakan senonoh/pelecehan organ seksual anak, komentar “kotor” tentang tubuh anak, perkataan-perkataan porno, menampilkan gambar, cerita, atau benda seksual, dan masih banyak sekali jenisnya.

4. Anak-anak terlalu kecil untuk tahu kekerasan seksual

Mitos kekerasan seksual pada anak satu ini sangat keliru dan tak boleh dipercaya lagi. Justru akan jauh lebih berbahaya jika anak-anak tidak diberi tahu tentang apa itu kekerasan seksual sejak dini.

Penting bagi para orangtua untuk menjelaskan apa saja perilaku yang mengarah pada pelecehan seksual. Sampaikan pada anak bahwa jika ada seseorang menyentuh mereka dan kemudian meminta mereka untuk menjaga rahasia tentang sentuhan tersebut, maka itu adalah pelecehan seksual. Terlepas dari siapa orang itu dan berapa umurnya. Anak adalah orang yang paling berhak atas tubuhnya sendiri.

Anak yang tidak memiliki cukup pengetahuan soal kekerasan seksual mungkin tidak akan pernah tahu apa yang harus dilakukan jika seseorang mencoba memanipulasi atau memaksanya melakukan kontak seksual.

Maka apabila mereka mengalami pelecehan, mereka jadi malu bahkan takut untuk melaporkan kekerasan seksual tersebut ke orangtua atau pihak yang berwajib. Tak hanya itu, anak-anak yang tidak pernah diberi tahu tentang kekerasan seksual mungkin ragu untuk mencari pertolongan medis.

Jadi, penting bagi anak-anak untuk mendapatkan informasi tentang kekerasan seksual maupun pelecehan seksual demi keselamatan mereka sendiri. Membongkar mitos kekerasan seksual pada anak sama pentingnya dengan mengajari anak menghadapi penculikan.

(MZ/Editor)

Tags: kekerasan seksual pada anakkomnasham anakmitostips parenting
Tweet20Share32Share8Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
Peresmian Ruang Kelas Masa Depan oleh Dirut PT.SPC Raymond, Direktur wilayah EMEA Google for Education Colin dan Staf Khusus Menteri Kemendikdasmen Rowi.

Google dan SPC Luncurkan ‘Ruang Kelas Masa Depan’, Kemdikdasmen, Pemprov Banten, dan KSRG Dukung

March 12, 2025
Sambutlah, Sekolah Negeri Pertama KSRG di Provinsi Banten: SMPN 5 Kota Cilegon

Sambutlah, Sekolah Negeri Pertama KSRG di Provinsi Banten: SMPN 5 Kota Cilegon

February 11, 2025
Jelang Pilkada 2024, BAWASLU Jakarta Barat Membuka Rekrutmen 3.452 Pengawas TPS

Jelang Pilkada 2024, BAWASLU Jakarta Barat Membuka Rekrutmen 3.452 Pengawas TPS

September 25, 2024
UNICEF bersama Kemenkes RI Sosialisasikan Helping Adolescent Thrive (HAT) di Kota Cilegon

UNICEF bersama Kemenkes RI Sosialisasikan Helping Adolescent Thrive (HAT) di Kota Cilegon

August 8, 2024
PEMBUATAN PEMBERSIH LANTAI BERBAHAN ORGANIK EKSTRAK SEREH DI LINGKUNGAN PEKUNCEN KOTA CILEGON

PEMBUATAN PEMBERSIH LANTAI BERBAHAN ORGANIK EKSTRAK SEREH DI LINGKUNGAN PEKUNCEN KOTA CILEGON

May 1, 2024
Google Indonesia Mendorong Pemda-pemda di Banten untuk Memaksimalkan Digitalisasi Pembelajaran

Google Indonesia Mendorong Pemda-pemda di Banten untuk Memaksimalkan Digitalisasi Pembelajaran

June 28, 2023
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
Perjalanan itu Merubah Manusia

Perjalanan itu Merubah Manusia

March 6, 2026

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version