Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Garis Waktu

Apa itu Punkahwallah ?

dewantara.id by dewantara.id
June 2, 2018
in Garis Waktu
0
Apa itu Punkahwallah ?

Foto : www.alamy.com

32
SHARES
1.6k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Pada hari pertama penyelenggaraan Jakarta Art Bienalle November tahun lalu, ada satu karya video instalasi yang menarik untuk disimak karena isi didalamnya. Untuk menyimaknya pengunjung harus duduk puluhan menit di depan sebuah layar. Karya itu dibuat oleh Ho Rui An, seniman dan penulis dari Singapura.

Solar: A Meltdown, ialah pertunjukan dalam bentuk ceramah yang idenya bermula ketika Ho Rui An menemukan manekin antropolog Charles Le Roux yang punggungnya nampak berkeringat di Tropenmuseum, Amsterdam. Darisana berkembang rangkaian investigasinya tentang imperium Inggris, dan lebih krusial lagi yaitu proyek kolonial Eropa yang dipengaruhi oleh panasnya matahari.

Dari ceramah seni “berbau sejarah” itu ditekankan dua tokoh yaitu wanita kulit putih eropa dan satu profesi pekerjaan operator kipas atau manusia kipas yang disebut Punkahwallah. Sebagai penguasa, wanita kulit putih eropa tidak baik jika berkeringat, maka ia tidak boleh kepanasan. Dalam video itu punkahwallah mencerminkan bentuk penjajahan eropa yang dilatarbelakangi persoalan panas matahari.

Profesi punkahwallah dapat ditemukan pada masa penjajahan Inggris di India dan Pakistan -sekitar abad ke-18. Punkawallah menghabiskan waktu berjam-jam berdiri atau duduk ditempat terpisah, menarik kontrol tali untuk membuat tuannya yang berada di dalam ruangan tetap dingin. Kipas tersebut bukanlah kipas angin listrik seperti yang dikenal sekarang, melainkan sebuah kipas besar yang bergantung dilangit-langit ruangan. Seorang punkahwallah lebih diutamakan yang tunarungu, agar mereka tidak bisa mendengarkan percakapan rahasia tuannya.

Satu artikel menyebutkan punkahwallah sebagai salahsatu daftar profesi pekerjaan yang paling buruk dan membosankan, selain berperan sebagai budak adapula orang yang menerima pekerjaan itu tanpa bayaran karena tidak ada lagi pekerjaan yang bisa didapatkan. Beruntung pada tahun 1882, seorang insinyur Amerika bernama Schuyler Skaats Wheeler menemukan kipas angin listrik, sehingga profesi buruk seperti punkahwallah tidak perlu lagi ada. (DC)

Referensi :

Berbagai sumber.

Tags: imperium inggrisIndiapunkahwallah
Tweet8Share13Share3Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Alasan Diponegoro Memerangi Belanda

Alasan Diponegoro Memerangi Belanda

May 8, 2020
Selamat Hari Pramuka…

Selamat Hari Pramuka…

August 14, 2018
Para Penantang Romawi (2): Variathus dari Lusitania

Para Penantang Romawi (2): Variathus dari Lusitania

August 4, 2018

“Jalur Laut, Jalur Favorit Nusantara Zaman Kuno“

August 1, 2018
Para Penantang Romawi (1): Hannibal Barca dari Kartago

Para Penantang Romawi (1): Hannibal Barca dari Kartago

August 1, 2018
Kekuasaan Adolf Hitler (5 – habis): Hitler Terpojok

Kekuasaan Adolf Hitler (5 – habis): Hitler Terpojok

July 20, 2018
Kekuasaan Adolf Hitler (4) : Operasi Barbarossa

Kekuasaan Adolf Hitler (4) : Operasi Barbarossa

July 11, 2018
Napas Baru Sertifikasi Guru

Pendidikan Islam di Indonesia dalam Sejarah

June 22, 2018
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version