Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Kakiku

Di Tempat Ini, Bayangan Hilang dan Telur Bisa Berdiri

dewantara.id by dewantara.id
March 10, 2017
in Kakiku
0
Besok, Supermoon Terdekat Dengan Bumi Sejak 1948
55
SHARES
615
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Dewantara, Pontianak- Mendengar bayangan hilang dan telur bisa berdiri, mungkin bagi sebagian orang merupakan hal yang mistik atau tidak masuk akal. Tapi tidak jika kamu ada di Pontianak, Kalimantan Barat. Nah kamu mesti datang ke salah satu ikon Pontianak untuk dapat membuktikan 2 peristiwa luar biasa ini. Ya, Tugu Khatulistiwa.

Tapi tentu tidak setiap hari kamu bisa menyaksikan peristiwa yang menakjubkan itu. Peristiwa itu hanya bisa kamu saksikan 2 kali saja dalam setahun, yakni 21-23 Maret dan 21-23 September.

Nah ada penjelasannya tuh kenapa di jelang akhir kedua bulan tersebut, bayangan bisa hilang dan telur bisa berdiri. Jawabannya adalah karena titik kulminasi matahari. Saat itu matahari tepat berada di garis khatulistiwa, jadi bayangannya bisa hilang. Begitu penjelasan secara ilmiahnya.

Menurut informasi di lokasi Tugu Khatulistiwa dibangun oleh Geografi berkebangsaan Belanda yang awalnya ingin menetukan titik garis equator. Tentunya cara penentuan titiknya menggunakan cara dan teknologi yang ada saat itu. Tugu yang dibangun pertama kali pada 1928 hanya berbentuk tonggak dengan anak panah. Kemudian baru ditambah lingkaran. Hingga kemudian pada 1990, Tugu Khatulistiwa direnovasi dengan membuat kubah untuk melindungi tugu asli. Kemudian duplikatnya dibuat 5 kali lebih besar yang menjadi rumah tugu asli pada 1991.

Nah untuk mengecek kembali ketepatan titik equator, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengoreksi titik nol khatulistiwa dengan teknologi GPS pada Maret 2005. Hasilnya memang agak berbeda. Menurut BPPT, nol khatulistiwa berada di sekitar 117 meter dari tugu ke arah Sungai Kapuas. Meski demikian, kita tentu tetap menghargai upaya ahli geografi Belanda yang sudah bersusah payah mencari titik nol khatulistiwa dengan teknologi seadanya.

Jadi jangan lupa ya kalau lagi di Pontianak, main ke Tugu Khatulistiwa. Syukur-syukur kalian mainnya pada bulan Maret dan September. Bisa sekalian foto-foto deh tanpa bayangan di sana. Selamat jalan-jalan. 

Annisa

 

Tags: GeografiPontianakTugu Khatulistiwa
Tweet14Share22Share6Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Mengunjungi Sekolah Waldorf di Yogyakarta

July 9, 2018
Ramai-ramai ke Taman Safari-Puncak

Ramai-ramai ke Taman Safari-Puncak

June 19, 2018
Mencoba Nyebrang ke Bakauheni dengan Dharma Rucitra I

Mencoba Nyebrang ke Bakauheni dengan Dharma Rucitra I

November 1, 2017
Tim WISSEMU Tiba di San Francisco

Tim WISSEMU Tiba di San Francisco

June 14, 2017
Dari Makan Rujak sampai ke Madame Tussaud (Tulisan “Jalan-jalan” ke-2 dari 2)

Dari Makan Rujak sampai ke Madame Tussaud (Tulisan “Jalan-jalan” ke-2 dari 2)

February 11, 2017
Memulai Perjalanan lagi (sambil Nostalgia) ke Singapura & Malaysia (Tulisan “Jalan-jalan” ke-1 dari 2)

Memulai Perjalanan lagi (sambil Nostalgia) ke Singapura & Malaysia (Tulisan “Jalan-jalan” ke-1 dari 2)

February 9, 2017
Belajar dari Suku Baduy

Belajar dari Suku Baduy

September 25, 2016
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version