Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Garis Waktu

Kekuasaan Adolf Hiter (3): Hitler Youth

dewantara.id by dewantara.id
May 22, 2018
in Garis Waktu
0
Anggota Hitler Youth di Greater Germany Youth Camp, 1933. Sumber: historyplace.com

Anggota Hitler Youth di Greater Germany Youth Camp, 1933. Sumber: historyplace.com

32
SHARES
2.1k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Ambisi Hitler untuk menguasai sebagian besar Eropa memerlukan banyak dukungan. Diantara dukungan tersebut adalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang kuat, bersemangat, dan – yang terpenting – mau berkorban untuk Hitler.

Persaingan antar partai politik di Jerman mengharuskan partai-partai memiiki lembaga atau organisasi yang merekrut remaja atau anak muda. National Sosialist German Worker Party (NSDAP), atau kemudian lebih dikenal sebagai Partai Nazi  merintisnya pertama kali pada tahun 1926. Lalu pada tahun yang sama mereka memberi nama Hitler Youth (Hitler Jugend).

Pada Tangan Pemuda 

Pada akhir dekade 1920 partai-partai politik mulai membentuk organisasi-organisasi yang terdiri dari barisan pemuda. Ada Barisan Katholik. Lalu ada juga Barisan Komunis. Begitupun dengan Hitler Youth milik Partai Nazi, yang beranggotakan remaja berumur 14-18 tahun.

Pada awalnya gerakan Hitler Youth terinspirasi dari gerakan Pramuka. Suatu gerakan yang memiliki kegiatan yang aktif dan menyenangkan bagi para remaja. Lalu kemudian, dengan berbekal memberikan seragam lengkap, serta kegiatan summer camp yang menyenangkan, Hitler Youth makin berkembang menjadi kegemaran sebagian anak-anak Jerman.

Alfons Rujner, kelahiran tahun 1927 dan seorang anggota Hitler Youth sekaligus saksi mata Perang Dunia II, menyatakan “Waktu itu kami percaya dengan slogan ‘1 rakyat, 1 fuhrer, 1 Jerman’.” Melalui pemberian seragam, Hitler Youth menyamarkan perbedaan antara para pemuda anggotanya.

Hans-Detlef Heller, kelahiran tahun 1927 dan juga seorang anggota Hitler Youth sekaligus saksi mata PD II, menjelaskan “Kami pada saat itu sebagai seorang anak muda kerap menjadi anggota keluarga yang kurang didengar di rumah. Lalu ketika kami mengikuti Hitler Youth dan summer camp-nya kami diberitahu bahwa kami adalah masa depan Jerman. Dengan demikian kami adalah gerakan yang diakui.” Ia melanjutkan, “Sehingga kami memperoleh rasa hormat dari orangtua dan masyarakat. Terlebih ketika kami ikut dalam parade bersama Hitler Youth, seluruh masyarakat menaruh salut kepada kami.”

Hitler Youth yang sebelumnya belum dianggap sebagai kekuatan penyokong Partai Nazi kemudian memperoleh pengakuannya. Pada suatu parade di Nuremberg (Nuremberg Rally) tahun 1934, ketika sekitar 100.000 anggota Hitler Youth berparade dihadapannya, Hitler berkata kepada Herman Rauschning – salah satu orang dekat Hitler – “Kita  sudah tua. Aku akan memiliki sumber daya manusia yang murni dan secara alami mulia. Dengan mereka aku bisa membangun dunia yang baru.”

Organisasi Pemuda dari ‘Ras Superior’

Pada 1936, 5 juta pemuda Jerman sudah ikut dalam Hitler Youth. Seiring makin berkuasanya Partai Nazi, Hitler pada 1937 mengeluarkan peraturan yang melarang Gereja menyelenggarakan acara olahraga yang melibatkan anak muda. Partai Nazi mengajak dan mendorong lebih banyak anak muda untuk bergabung dengan Hitler Youth.

Saat itu hanya 2 golongan yang ditolak masuk Hitler Youth. Yaitu kelompok Katholik, dan Yahudi.

Melalui summer camp dan pelatihan-pelatihan yang dikelola oleh Sturmabteilung (SA) – organisasi paramiliter Partai Nazi – para anggota Hitler Youth mendapatkan pelatihan fisik. Rata-rata anggota Hitler Youth pada umur 16 tahun dapat menempuh perjalanan jalanan kaki sejauh 25,6 Km sambil mengangkut ransel seberat 6 Kg. Mereka berlatih menggunakan senapan angin, lalu ketika sudah mahir beralih ke senapan api. Mereka juga diajari cara menyeberangi sungai. Dan bagi yang ingin penerbangkan pesawat-pesawat tempur (Luftwaffe), mereka juga akan mendapatkan pelatihan, diawali dengan belajar menerbangkan pesawat paralayang.

Anggota Hitler Youth juga menerima pelajaran yang bersifat indoktronasi. Dalam pelajaran ‘superioritas ras’, setiap anak di kelas diukur dan dinilai karakteristik ras-nya berdasarkan ciri-ciri fisik. Sebut saja warna mata, bentuk tengkorak, warna rambut, dan jarak antar mata. Guru akan membuat kesimpulan dan penilaian terhadap setiap anak. Level paling utama adalah Ras Arya Germany dan Nordik, lalu diikuti oleh Ras Arya Finn (Finlandia-red.). Seteleh level paling utama, ada lagi ‘lower class’ meliputi bangsa Inggris, Perancis. Lalu di bawahnya ada ‘mediteranian arya’ meliputi bangsa Spanyol, Italia, Portugis, dan Yunani. Ada juga kategori ‘persia’ dan ‘cina dan jepang’, namun kategori keduanya tidak bersifat hirarkis, namun bersifat diakui keberadaannya dan ketinggian budayanya. Yang sangat merendahkan, adalah kategori terakhir, ‘sub human’ yang merujuk pada bangsa Rumania, Slav (mayoritas penduduk Serbia atau dulu Yugoslavia-red.), Russia, Yahudi , serta Polandia.

Peta Pembagian Eropa berdasarkan Ras. dibuat oleh Nazi, 1922. sumber: en.wikipedia.org
Peta Pembagian Eropa berdasarkan Ras. dibuat oleh Nazi, 1922. sumber: en.wikipedia.org

Ketika selesai diukur ciri-ciri fisiknya, maka setiap siswa akan mendapat persentase ras mereka. Misal 80% Arya Nordik, atau 80% Arya Germany. Persentase ras Arya Germany yang tinggi merupakan yang paling dihargai. Namun bila yang muncul mayoritas persentase Yahudi maka bersiaplah dipindahkan ke kamp konsentrasi.

Dalam suatu pameran, melalui karikatur orang Russia sering digambarkan memiliki tanduk. Dan juga bahwa mereka adalah manusia rendahan.

Perkembangan jumlah anggota Hitler Youth mengalami peningkatan luar biasa. Dari sekitar 17.000 anggota pada 1929, lalu dalam 10 tahun meningkat menjadi 8 juta anggota. Itu berarti pada 1939, terdapat 98% pemuda Jerman tergabung dalam Hitler Youth.

Poster anti-semit dibuat oleh Jerman pada 1942, berarti "wajah yahudi - tifus" sumber: en.wikipedia.org
Poster anti-semit dibuat oleh Jerman pada 1942, berarti “wajah yahudi – tifus” sumber: en.wikipedia.org

Pelindung Bunker-bunker Hitler

Pada bulan Mei 1940 – setelah sebelumnya sukses mengambil Austria, Cekoslovakia, dan Polandia di front timur– pasukan Jerman menyerang front barat. Dalam waktu 6 minggu Jerman menguasai Perancis. Dan pada bulan Juni 1941 Hitler menyerang Uni Soviet.

Pada akhir tahun 1942 pasukan Jerman sudah kelelahan. Perang mereka di front Afrika Utara dan Balkan berhenti. Memasuki tahun 1943 pasukan Jerman di Eropa mengalami banyak kekalahan.

Pada tahun 1943, pesawat-pesawat tempur Inggris dan Amerika Serikat mengebom wilayah-wilayah industri di Jerman. Di Stalingard pasukan Jerman kalah.

Ketika tentara Jerman – yaitu wehrmacht yang berisikan orang-orang dewasa – mayoritas sudah ‘habis’ di pertempuran di luar Jerman maupun perbatasan Jerman, maka tinggal pada Hitler Youth upaya pertahanan tanah Jerman terletak. Nantinya, pada saat-saat terakhir kekuasaan Hitler di Jerman, peran Hitler Youth adalah melindungi bunker-bunker persembunyian Hitler dengan nyawa mereka.

(A.M)

 

Sumber :

  • National Geographic Channel : Hitler Youth
  • spartacus-educational.com
  • en.wikipedia.org

Tags: Adolf HitlerHitler Youth
Tweet8Share13Share3Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Alasan Diponegoro Memerangi Belanda

Alasan Diponegoro Memerangi Belanda

May 8, 2020
Selamat Hari Pramuka…

Selamat Hari Pramuka…

August 14, 2018
Para Penantang Romawi (2): Variathus dari Lusitania

Para Penantang Romawi (2): Variathus dari Lusitania

August 4, 2018

“Jalur Laut, Jalur Favorit Nusantara Zaman Kuno“

August 1, 2018
Para Penantang Romawi (1): Hannibal Barca dari Kartago

Para Penantang Romawi (1): Hannibal Barca dari Kartago

August 1, 2018
Kekuasaan Adolf Hitler (5 – habis): Hitler Terpojok

Kekuasaan Adolf Hitler (5 – habis): Hitler Terpojok

July 20, 2018
Kekuasaan Adolf Hitler (4) : Operasi Barbarossa

Kekuasaan Adolf Hitler (4) : Operasi Barbarossa

July 11, 2018
Napas Baru Sertifikasi Guru

Pendidikan Islam di Indonesia dalam Sejarah

June 22, 2018
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version