Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Opini Mahasiswa

Konflik Indonesia-Belanda Dalam Pandangan Generasi Sekarang

dewantara.id by dewantara.id
April 15, 2017
in Mahasiswa, Opini
0
Konflik Indonesia-Belanda Dalam Pandangan Generasi Sekarang
62
SHARES
684
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Bagaimana pemuda Belanda dan Indonesia memandang sejarah revolusi fisik 1945-1949 yang dipandang oleh Indonesia sebagai dekolonisasi dan oleh Belanda dipandang sebagai restorasi kolonial?

Terjawab dalam diskusi yang diselenggarakan oleh komunitas Historika bekerjasama dengan History Bersama dan Kemendikbud. 

Diskusi diawali dengan pemutaran film dokumenter Hoe Nederland met Zijn Geschiendenis Omgaat ( bagaimana Belanda berdamai dengan sejarahnya) kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama narasumber Hendi Jo (Jurnalis Majalah Historia), Marjoleen Van Pagee (peneliti Leiden) serta moderator Sutono Rendra Lystano (komunitas Historika).

Singkatnya film ini mengungkapkan tentang bagaimana Belanda menarasikan sejarah restorasi kolonialnya di Indonesia lalu membandingkanya dengan pendudukan Nazi Jerman di Belanda serta peristiwa May Lai, Vietnam (pembantaian penduduk Vietnam oleh Tentara Amerika)

Dilengkapi juga dengan kesaksian lisan dari pelaku peristiwa aksi polisionil/agresi, wartawan perang dan sejarawan Belanda yang meneliti peristiwa revolusi fisik di Indonesia tahun 1945-1949. 

Terungkap bahwa perang tidak melulu tentang si jahat versus si baik. Namun ada cerita tentara yang mengalami rasa bersalah seumur hidupnya karena menyiksa tawanan, ada kisah tentara yang disertir dari pasukanya dan membelot ke pihak lawan, dan tentunya ada cerita bagaimana masyarakat yang tersadarkan bahwa negaranya tidak jujur dalam menuliskan masa lalunya.

Diskusi ini melihat kemungkinan adanya jembatan yang dapat dibangun oleh keduabelah pihak yang dahulunya bertikai untuk melihat perang di masa lalu sebagai kisah pahit bersama yang harus dijadikan pembelajaran, agar tak terulang di masa kini dan masa depan.

Saya rasa Penulisan buku pelajaran sejarah di Indonesia dan Belanda harus menuliskan dua sisi peristiwa, tidak mentok pada sudut pandang penulisan Indonesia sentris dan Belanda sentris .

Guru – guru sejarah perlu memperluas pandanganya, merangsang daya analisis siswanya melalui sumber yang beragam serta mengadakan diskusi dalam bangun pikir kesejarahan.

Dalam menarasikan sejarah perang kita harus pula meninggalkan penceritaan ala sinetron yang memandang peristiwa peperangan sebagai lakon yang serba hitam putih. 

Kita harus melihatnya jauh lebih luas dari sudut pandang politik, sosial, ekonomi dan budaya.

 

Penulis: Mega Trianasari Soendoro

Tags: Belandakolonialismesejarah
Tweet16Share25Share6Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Pentingnya Perubahan Kurikulum

Pentingnya Perubahan Kurikulum

January 19, 2024
Filosofi Pendidikan KHD untuk Zaman Now

Filosofi Pendidikan KHD untuk Zaman Now

September 3, 2023
R.A. Kartini: Simbol Perempuan Priyayi-Jawa Yang Tercerahkan

CATATAN PEREMPUAN ATAS REFLEKSI 21 APRIL

April 20, 2023
NATO Climate Change and Security Action Plan :  Bentuk Responsi Aliansi Militer Terhadap Ancaman Iklim

NATO Climate Change and Security Action Plan : Bentuk Responsi Aliansi Militer Terhadap Ancaman Iklim

October 26, 2021

Relasi Guru dan Murid Berbasis Kesetaraan

August 25, 2020
WFH dan Komitmen

WFH dan Komitmen

June 28, 2020

Kegagalan Bahasa Indonesia Berkomunikasi dengan Rakyat Indonesia

April 19, 2020
Menyelami Masa Revolusi Indonesia lewat Idrus

Menyelami Masa Revolusi Indonesia lewat Idrus

April 18, 2020
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version