Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Kabar Nasional

Menggali Jejak Islam Melalui Seminar Internasional Research on Islam in Indonesia

dewantara.id by dewantara.id
July 6, 2019
in Nasional
0
Menggali Jejak Islam Melalui Seminar Internasional Research on Islam in Indonesia

Rektor terpilih Untirta Fatah Sulaiman (paling kanan) menyerahkan cinderamata kepada Mufti Ali (kedua dari kanan) dan Nico J.G. Kaptein (ketiga dari kanan). foto: Ahmad Muttaqin

57
SHARES
635
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Dewantara, Serang – Perkumpulan Urang Banten (PUB) bekerja sama dengan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyelenggarakan Seminar Research on Islam in Indonesia: Hubungan Banten & Belanda  Sejak Era Kesultanan sampai dengan Era Politik Etis pada Selasa (2/7/2019) di Auditorium Gedung B Untirta Kampus Pakupatan. Ketua PUB Taufiqurrahman Ruki, Rektor Untirta Sholeh Hidayat, serta Rektor Untirta Terpilih periode 2019-2023 Fatah Sulaiman. Lalu pembicara menghadirkan Nico J.G. Kaptein dari Universitas Leiden.

Catatan Hubungan Belanda dan Banten

Sholeh Hidayat menjadi pemberi sambutan pertama. Ia menyampaikan, “Pengalaman pertama Banten dengan Belanda merupakan pengalaman yang diwarnai sikap pelaut Belanda yang diketahui ‘tidak ramah’.” Lalu lebih spesifik tentang sejarah Banten, Sholeh menambahkan, “Penulisan sejarah Banten memiliki banyak perspektif. Yang paling kita kenal buku oleh Sartono Kartodirjo, Pemberontakkan Petani Banten 1888. Itu pun oleh Nina Lubis dikritik, bahwa ‘Itu bukan pemberontakkan tetapi perlawanan. Perlawanan terhadap ketidakadilan’.” Lebih lanjut, “Bahwa kaitan antara perlawanan rakyat Banten dengan implementasi ajaran Islam itu erat hubungannya. Karena perlawanan rakyat Banten mengandung dua aspek perlawanan, yaitu perlawanan terhadap ketidakadilan, dan perlawanan terhadap kebijakan penguasa kolonial yang melarang salah satu praktik agama, yaitu shalawat.”

Ruki dalam sambutannya mengawali, “Perkumpulan Urang Banten merupakan perkumpulan orang Banten dari semua strata.  Dengan latar belakang kepedulian terhadap Banten. Dan itu tidak harus orang Banten saja. Misalnya hari ini kita kedatangan tamu, Nico J.G.Kaptein dari Belanda, kalau ia memiliki kepedulian yang begitu besar maka ia bisa juga masuk Perkumpulan Urang Banten.” Ruki melanjutkan, “kepedulian kami adalah terhadap orang Banten-nya sendiri, maupun kulturnya. Karena di Banten terdapat tigas etnis, di utara masyarakat yang banyak dipengaruhi oleh kedatangan kekuasaan Demak, di timur masyarakat yang banyak dipengaruhi budaya Melayu, dan di selatan dihuni oleh masyarakat yang mempertahankan tradisi Sunda. Ketiganya memiliki heritage kebudayaan serta keunggulan manusia.”

Catatan Para Orientalis Terhadap Islam di Hindia-Belanda

Nico J.G. Kaptein yang didampingi oleh moderator – sekaligus translator – Mufti   Ali, mengawali pemaparannya dengan menjelaskan publikasi terbarunya, “Dalam Ensiklopedi Islam, saya menulis artikel yang singkat tentang peran penting dari pemahaman-pemahaman dalam  Islam dan pemikir-pemikir Islam,” lalu “selama ini research on Islam in Indonesia kebanyakan mengambil cara pandang kultural, politik, dan melayani kepentingan kolonial.” Ia melanjutkan, “Pada abad ke-19, kajian-kajian tentang diskursus kolonial masih terbatas. Kajian-kajian diskursus kolonial tersebut, beberapa diantaranya tersimpan di Royal Militer Academy Breda dan Office for Native Affairs di Batavia.”

“Bagi saya sendiri, saya memulai dari kajian B.J. Boland and I. Farjon, berjudul Islam in Indonesia, dimana  bibliografi tentang Islam di Indonesia tersebut memliki batasan waktu 1600 sampai 1942.” kata Nico. “Lebih lanjut ketika menggali lebih tentang Office for Native Affairs di Batavia, saya menemukan sederet ahli yang menulis penelitian tentang Hindia-Belanda. Beberapa, atau mungkin satu nama dari daftar tersebut kemungkinan besar anda semua sudah kenal, C. Snouck Hurgronje.”

Nico J.G. Kaptein memaparkan ahli-ahli Hindia-Belanda yang tergabung dalam Officeof Native Affairs di Batavia beserta bibliografi mereka. foto: Ahmad Muttaqin

“Snouck merupakan representasi yang baik dari seorang pintar dan mengkaji diskursus kolonial, yang pada masanya, kajian dengan topik tersebut masih langka. Ia masuk agama Islam, memiliki nama Arab Abdul Ghofar, dan masuk ke Kota Mekkah pada 1885.” Lanjutnya, “di Mekkah Snouck kemudian berteman dengan Abu Bakar Djajadiningrat, yang kemudian membantu Snouck untuk mengenal tokoh-tokoh penting, termasuk ulama-ulama Islam dari Hindia-Belanda.”

Dari bukunya Snouck, berjudul Mekka in the Latter Part of the 19th Century, yang awalnya dibuat dalam bahasa Jerman lalu kemudian segera diterjemahkan dalam bahasa Inggris, masyarakat Barat kemudian mampu mengetahui apa yang ada dan terjadi di Kota Mekkah, suatu kota yang haram bagi kehadiran non-muslim. Lalu Abu Bakar Djajadiningrat sendiri menghasilkan karya Torojin Ulama Djawa (Biografi Ulama-ulama Jawa) yang merekam silsilah para ulama dan cendekiawan Islam dari Nusantara yang hidup maupun memiliki jamaah di Arab.

Manfaat Seminar Sejarah Internasional

Ketua Asosisasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Banten Abdul Somad yang hadir dan sempat diwawancara dewantara.co.id memberikan pendapatnya tentang seminar. “Meski secara umum menggambarkan penelitian tentang Islam di Indonesia, disinggung pula perihal orang Banten. Terutama dari keluarga Djajadiningrat, yaitu Abu Bakar, Achmad, dan Husein. Tokoh yang terakhir merupakan pribumi pertama alumnus Universitas Leiden sebagai Doktor. Tokoh ini perlu dikenalkan oleh guru sejarah karena punya prestasi yang membanggakan bagi orang Banten.” Lanjutnya, “Kita perlu memaknai secara positif bahwa bangsa Indonesia punya kemampuan edukasi yang sejajar dengan bangsa Barat.”

Abdul Somad (keempat dari kanan) bersama anggota AGSI Banten berpose bersama Nico J.G.Kaptein dan Mufti Ali. Foto: Ganda

Berbicara tentang kompetensi guru sejarah, Abdul Somad menyampaikan, “Melalui seminar-seminar guru dapat memenuhi pengembangan dirinya yang dituntut oleh Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Melalui seminar guru sejarah dapat mendengar dan berdialog secara aktif dengan para akademisi dan ahli sejarah yang seringkali mengungkap fakta-fakta baru.” Ia menutup, “Kami juga beberapa kali berinisiatif mengadakan kegiatan serupa melalui wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Sejarah maupun AGSI Banten.”

(AM)

Tags: AGSIBibliografisejarahSeminar Internasional
Tweet14Share23Share6Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
Peresmian Ruang Kelas Masa Depan oleh Dirut PT.SPC Raymond, Direktur wilayah EMEA Google for Education Colin dan Staf Khusus Menteri Kemendikdasmen Rowi.

Google dan SPC Luncurkan ‘Ruang Kelas Masa Depan’, Kemdikdasmen, Pemprov Banten, dan KSRG Dukung

March 12, 2025
Sambutlah, Sekolah Negeri Pertama KSRG di Provinsi Banten: SMPN 5 Kota Cilegon

Sambutlah, Sekolah Negeri Pertama KSRG di Provinsi Banten: SMPN 5 Kota Cilegon

February 11, 2025
Jelang Pilkada 2024, BAWASLU Jakarta Barat Membuka Rekrutmen 3.452 Pengawas TPS

Jelang Pilkada 2024, BAWASLU Jakarta Barat Membuka Rekrutmen 3.452 Pengawas TPS

September 25, 2024
UNICEF bersama Kemenkes RI Sosialisasikan Helping Adolescent Thrive (HAT) di Kota Cilegon

UNICEF bersama Kemenkes RI Sosialisasikan Helping Adolescent Thrive (HAT) di Kota Cilegon

August 8, 2024
PEMBUATAN PEMBERSIH LANTAI BERBAHAN ORGANIK EKSTRAK SEREH DI LINGKUNGAN PEKUNCEN KOTA CILEGON

PEMBUATAN PEMBERSIH LANTAI BERBAHAN ORGANIK EKSTRAK SEREH DI LINGKUNGAN PEKUNCEN KOTA CILEGON

May 1, 2024
Google Indonesia Mendorong Pemda-pemda di Banten untuk Memaksimalkan Digitalisasi Pembelajaran

Google Indonesia Mendorong Pemda-pemda di Banten untuk Memaksimalkan Digitalisasi Pembelajaran

June 28, 2023
Sambutan Sarat Motivasi dari Bong Welly Swandana di Hadapan Guru-guru SMA Kota Cilegon

Sambutan Sarat Motivasi dari Bong Welly Swandana di Hadapan Guru-guru SMA Kota Cilegon

April 3, 2022
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version