Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Jendela Dunia

10 Senjata Kuno Paling Dahsyat

dewantara.id by dewantara.id
June 5, 2017
in Jendela Dunia
0
10 Senjata Kuno Paling Dahsyat
33
SHARES
6.4k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Peradaban manusia selalu dan berkembang melalui waktu. Manusia membangun dan mengembangkan kebudayaan untuk membantu mereka bertahan hidup serta menaklukkan alam.

Beberapa penemuan manusia berhasil mengubah kehidupan manusia dalam aspek yang lebih luas. Penemuan-penemuan tersebut, seperti penemuan teknik bercocok tanam, maupun penemuan obat-obatan, telah mendorong peradaban manusia untuk terus berkembang. Selain hal-hal “cerah” seperti tekik bercocok tanam dan obat-obatan, peradaban manusia juga berkembang melalui peperangan.

Tentunya, perang yang terjadi sejak awal keberadaan manusian modern di bumi membutuhkan senjata. Dan ketika masa pra-aksara, terutama pada zaman logam sekitar 500 SM, senjata dari suku-suku maupun bangsa-bangsa yang tersebar di berbagai belahan dunia telah menentukan arah kekuasaan di dunia.

Berikut ini adalah 10 teratas dari Senjata Kuno Yang Paling Dahsyat yang pernah tercatat dalam sejarah. Hitungan dimulai dari no. 10 dan diakhiri dari yang paling dahsyat dan menentukan dalam sejarah perang di no. 1.

  1. Cakar Archimedes

Archimedes adalah pencetus hukum daya apung yang dikenal pula sebagai prinsip Archimedes. Dia adalah seorang pionir dalam bidang fisika dengan karyanya yang mencakup hidrostatik dan penjelasan prinsip kerja tuas.

Cakar Archimedes adalah senjata kuno mirip dengan crane, dilengkapi dengan kait yang bisa mengangkat kapal keluar dari air dan membalikkannya. Alat ini dibuat untuk melindungi tembok kota Syracuse yang berhadapan pasukan Romawi di laut ketika terjadi Perang Punic Kedua pada tahun 214 SM.

Ketika kapal musuh mendekati tembok kota pada malam hari, Cakar Archimedes dikerahkan dan berhasil menenggelamkan banyak kapal.

745px-Parigi_griffe

Lukisan Cakar Archimedes oleh Giulio Paligi yang diberi judul “Iron Claw”. Sumber : oddlyhistorical.com

 

  1. Caltrop

Caltrop merupakan senjata yang dibuat dari objek besi dan ditabur ke tanah untuk melukai pasukan musuh. Berbentuk semacam duri dari besi, caltrop mampu melukai kaki manusia, kuda, bahkan sampai gajah sekalipun. Pernah ada suatu kisah pada masa Alexander Agung, bahwa gajah yang terluka karena menginjak caltrop menjadi panik dan meristih kesakitan, dan rintihan itu kemudian mempengaruhi gajah-gajah lain yang ada di belakangnya. Pada akhirnya suatu pasukan gajah dapat menjadi tidak terkendali akibat cedera yang ditimbulkan oleh caltrop.

Prinsip pembuatan caltrop cukup sederhana. Bentuk caltrop harus membentuk sudut segitiga, sehingga ketika disebar secara sembarang pun akan tetap ada ujung lancip yang mengarah ke atas untuk melukai. Dengan penemuan caltrop yang sederhana, bahkan para petani pun mampu membuatnya dari bahan besi yang dipanaskan lalu dibentuk.

6sv2x0

Sumber : http://i57.tinypic.com

 

  1. Helepolis

Dalam bahasa Yunani, Helepolis berarti “pengambil kota”. Helepolis secara harfiah dapat diartikan sebagai benteng berjalan. Benda itu merupakan menara tinggi yang dibangun dari kayu dan dibawa atau dipindahkan selama perang. Ukuran Helepolis terbesar yang tercatat adalah setinggi 41,1 meter, dan lebar 20,6 meter. Dengan berat 160 ton, Helepolis membutuhkan 3400 orang untuk menggerakkannya melalui roda-roda besarnya di bagian bawah.

Serangan dengan menggunakan Helepolis terbesar dilakukan oleh Demetrius dari Suriah (di bawah kekuasaan Kerajaan Romawi) ke Rhodes pada tahun 305-304 SM. Kota Rhodes berhasil menahan serangan Demetrius dengan Helepolis-nya, dan pada akhirnya pasukan Demetrius meninggalkan Helepolis mereka ketika pergi. Bangkai Helepolis kemudian diubah oleh warga Rhodes untuk membuat patung Dewa Helios.

da281bc49094253fc1c4b35a158fd951

Sumber : s-media-cache-ak0.pinimg.com

 

  1. Kereta Cepat Mesir (Egypt Chariot)

Kereta Cepat Mesir (chariot) termasuk kedalam senjata dahsyat karena banyak membantu perang pada zaman dahulu. Awalnya Kereta Cepat dibuat untuk tujuan transportasi, lalu dengan pengembangan teknologi pada strukturnya maka kegunaan Kereta Cepat untuk keperluan militer dimulai.

Dengan kereta cepat Mesir juga penggunaan pasukan kavaleri menjadi lebih berkembang. Kereta tersebut dapat mengangkut 2 orang, satu orang berperan sebagai penyerang dan satu orang lagi berperan sebagai kusir.

Teknologi kereta cepat Mesir juga pernah saling beradu dalam medan Pertempuran Kadesh (battle of Qadesh) , yaitu peperangan antara pasukan Kerajaan Mesir yang dipimpin Raja Ramses II melawan pasukan Kerajaan Het yang dipimpin Muatalli II, pada 1274 SM (3000 tahun yang lalu). Sejarah mencatat bahwa pada pertempuran itu terjadi adu kekuatan dari jumlah kereta cepat Mesir yang paling banyak, diperkirakan sekitar 5000-6000 Kereta Cepat dipergunakan dalam pertempuran tersebut.

main-qimg-b8616b55fbf4bf9223c2ea7a34cbc205

Sumber : qph.ec.quoracdn.net

 

  1. Api Yunani (Greek Fire)

Prinsip kerja Api Yunani adalah menyemburkan api kepada lawan. Api Yunani yang disempurnakan bahkan dapat membuat api menjalar dari air. Pada awalnya api dikemas dalam wadah dari tanah liat, yang ketika dilempar dan pecah akan menimbulkan percikan atau ledakan api yang cukup besar.

Ada 3 komponen utama dari Api Yunani, perta adalah racikan api, kedua adalah alat yang digunakan  untuk menyemburkan api, dan ketiga adalah orang yang memegang alat penyembur api.

Penggunaan teknologi wadah yang memercikkan api diyakini sudah mulai dirintis oleh Bangsa Assyiria. Namun penggunaan Api Yunani sebagai alat perang, paling dikenal ketika era Kerajaan Byzantium yang terdesak oleh kekuatan Muslim Arab pada sekitar abad ke-9 dan ke-10 M. Penggunaan Api Yunani untuk menghalau pasukan Muslim Arab dengan menyemburkan api ke kapal-kapal musuh di lautan, telah 2 kali berhasil menghalau kekuatan Muslim Arab yang sebelumnya sudah menaklukkan Suriah, Palestina, dan Mesir.

Kekurangan dari Api Yunani adalah sangat tergantung pada arah angin. Apabila arah angin idak bersahabat, maka semburan api dapat menjadi senjata makan tuan.

Racikan Api Yunani juga masih misterius. Walau ada ahli yang mengatakan bahwa Api Yunani merupakan perpaduan dari belerang, minyak, dan aspal.

en-greek-fire2

Penggunaaan Api Yunani untuk Mempertahankan Konstatinopel. Sumber :reformation.org

 

  1. Busur Silang Beruntun dari Cina (Chinesse Repeating Cross-Bow)

Cikal bakal Busur Silang Beruntun berawal dari 3 Kerajaan (Three Kingdom) di Cina. Ketika teknologinya dikembangkan, Busur Silang Beruntun mampu menampung sekitar 6-8 panah di dalamnya yang terhubung langsung ke busur. 8-10 panah  berjejer secara vertikal. Lalu kemudian, yang dahsyat dari Busur Silang Berutun adalah seseorang yang menggunakannya dapat “menembakkan” panah berulang-ulang dengan hanya satu tangan memegang gagang busur dan satu tangan yang lain “memompa” busur terus-menerus.

Dalam perang di Cina sekitar abad ke-3 M penggunaan Busur Silang Beruntun dalam skala besar dalam suatu pasukan akan menentukan hasil akhir perang. Karena dalam 15 detik dapat memuntahkan 10 panah secara beruntun, maka apabila ratusan pasukan yang menggunakan Busur Silang Beruntun dapat dibayang ribuan panah terlontar di udara hanya dalam hitungan beberapa detik.

repeating-crossbow2

Sumber: mandarinmansion.com

 

  1. Trebuset

Trebuset merupakan alat penyerang yang menggunakan tuas sebagai tangan yang mengayun untuk melontarkan misil kepada musuh. Dengan prinsip ayunan ketapel Trebuset memberikan dorongan ke arah misil sehingga misil tersebut terlontar secara kuat ke udara sebelum mengenai targetnya.

Fungsi Trebuset pada umumnya adalah melontarkan batu. Trebuset pertama kali ada dan digunakan oleh bangsa Cina kuno, sekitar 617 M oleh Kaisar Qing. Kekaisarannya memiiki 300 Trebuset.

Teknologi senjata Trebuset lalu dibawa ke Eropa pada abad pertengahan. Di Eropa, Trebuset mengalami perubahan nama menjadi Catapult, pengembangan dilakukan pada sistem torsi. Kerajaan Byzantium mulai menggunakan Catapult pada 578 M. Lalu di belahan dunia yang lain, Kerajaan Mongol mulai menggunakan Trebuset pada abad ke-13.

937b0f2418694d7864367a7e25a088f7

 

Sumber : s-media-cache-ak0.pinimg.com

 

  1. Ballista Roma

Ballista begitu dahsayat dan begitu menentukan akhir perang, sehingga berada di no. 3. Ukuran Ballista Roma lebih kecil dari Trebuset, bahkan dapat dibawa menggunakan kereta kuda.

Setelah menyerap banyak kota-kota yang dipengaruhi budaya Yunani, Republik Roma mulai mengaplikasikan banyak unsur-unsur budaya Yunani pada sekitar tahun 146 SM. Aplikasi tersebut termasuk teknologi militer dari Yunani, termasuk Ballista. Alexander dari Roma mengembangkan torsi dari Ballista, membuatnya menjadi lebih kecil yang kemudian menjadi lebih mudah untuk diangkut.

Ballista Roma menjadi senjata yang akurat. Jarak tembak Ballista Roma dapat disesuaikan dari jarak dekat menjadi jarak jauh maupun sebaliknya. Jarak paling jauh yang mampu ditembakkan adaah 400 meter. Ballista Roma juga dapat menembus baju besi seorang tentara.

Ballista-quadrirotis

 

Ballista Roma dengan 4 roda yang dtarik oleh kuda. Sekitar abad ke-5 M. Sumber: en.wikipedia.org

 

  1. Busur Campuran (Composit Bow)

Busur Campuran mungkin terlihat seperti busur panas pada umumnya. Namun yang membuatnya berbeda adalah bahan pembentuknya, tidak hanya menggunakan kayu, namun Busur Campuran menggunakan 3 bahan dasar yaitu tanduk, kayu dan otot yang dilapis bersama. Dengan komposisi bahan tersebut, Busur Campuran menjadi lebih bertenaga, sekaligus juga tetap ringan dibawa. Pada umumnya Busur Campuran digunakan seorang tentara sambil berkuda.

Teknologi Busur Campuran pertama kali digunakan oleh Kerajaan Roma pada tahun 53 SM, ketika melawan Kerajaan Panthian. Selanjutnya yang ikonik menggunakan Busur Campuran adalah bangsa Mongol pada tahun 518 M ketika dipimpin oleh Atila Hun. Khubilai Khan juga melanjutkan penggunaan Busur Campuran. Pada era Khubilai Khan lah Mongol sangat kuat dan berjaya, serta bertanggungjawab terhadap tewasnya 40.000 orang atau 11% dari total populasi manusia pada abad ke-12. Semua itu mengandalkan tekad perang, kuda-kuda mongol yang kuat, dan Busur Campuran.

Mongol_bow

 

Busur Campuran milik Bangsa Mongol. Sumber :  vignette2.wikia.nocookie.net

 

 

  1. Bubuk Mesiu (Gun Powder)

Bubuk Mesiu telah merevolusi teknologi perang secara keseluruhan. Penggunaan Bubuk Mesiu menjadi dasar dari banyak alat-alat perang yang mengandalkan ledakan.

Penemuan Bubuk Mesiu sebagai senjata pada awalnya adalah karena ketidaksengajaan. Pada tahun 142 M para ahli kimia Cina berusaha membuat obat yang mampu memperpanjang umur. Pada akhirnya mereka malah menemukan suatu bubuk yang mampu menambahkan unsur ledakan pada api.

Perkembangan awal dari penggunaan Bubuk Mesiu adalah untuk kembang api. Model kembang api tersebut digunakan sebagai “panah api’ menggunakan bambu, dan dapat meluncur sejauh 300 meter. Penggunaan “panah api” sebagai senjata membuat ciut nyali lawan. Lalu kemudian banyak kerajaan berlomba-lomba mempelajari dan memiliki teknologi “panah api”.

Pada akhirnya, penggunaan Bubuk Mesiu mendominasi meriam-meriam pada abad ke-11 di Eropa dan Asia. Yang sangat signifikan dari penggunaan Bubuk Mesiu adalah mulai beralihnya teknologi senjata, dari tradisional menjadi lebih modern dan ilmiah.

china_gunpowder2

Bangsa Cina menyadari bahwa menembakkan Bubuk Mesiu kepada manusia dapat berdampak kematian. Sumber : http://fourriverscharter.org

 

 

Ahmad Muttaqin

Tweet8Share13Share3Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Mengatasi Dilema  Anak Pindah Sekolah

Mengatasi Dilema Anak Pindah Sekolah

July 16, 2018
Kemenangan Prancis, Kemenangan Imigran Sedunia

Kemenangan Prancis, Kemenangan Imigran Sedunia

July 16, 2018
Apa yang Mumi Siapkan Dalam Menghadapi Kehidupan Setelah Mati ?

Apa yang Mumi Siapkan Dalam Menghadapi Kehidupan Setelah Mati ?

May 24, 2018
Neng Koala Book Launch

Neng Koala Book Launch

April 25, 2018
10 Penemuan Terhebat Kekaisaran Romawi

10 Penemuan Terhebat Kekaisaran Romawi

June 26, 2017
Tradisi Hari Pertama Sekolah di Berbagai Negara

Pendidikan di Finlandia

August 19, 2016
Masjid Ramah Anak di Turki

Masjid Ramah Anak di Turki

July 28, 2016
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
Perjalanan itu Merubah Manusia

Perjalanan itu Merubah Manusia

March 6, 2026

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version