Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Sains

Ada Resep Rahasia Dalam Menghadang Penalti

Hendro Prasetyo

dewantara.id by dewantara.id
July 11, 2018
in Sains
0
Ada Resep Rahasia Dalam Menghadang Penalti

Intimidasi sambil menganalisa Tim KrulFoto: bbc.co.uk

47
SHARES
527
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

“Banyak anak-anak bermimpi mencetak gol yang indah. Saya selalu berangan untuk menghentikan impian tersebut,” ujar Casillas, saat menyetop tendangan Robben di final Piala Dunia 2010.

Wasit meniup peluit. Sang algojo bersiap menendang. Kiper bergerak dan gol! Penjaga gawang terbang ke arah kanan sementara si algojo melakukan panenka ke tengah. Meski jam terbang segudang, seorang kiper bisa saja melakukan kesalahan. Mengapa ia bergerak kanan padahal bola menjurus ke arahnya?

Sebuah studi menganalisa 286 tendangan penalti. Ditemukan bahwa 49,3 persen kiper akan melompat ke kiri. Untuk lompat kanan sebanyak 44,4 persen dan diam di tengah ada 6,3 persen. Untuk berdiri diam nampaknya ide yang bagus. Studi juga menampilkan 39,3 persen bola mengarah ke tengah, 32,1 persen ke kiri dan 28,7 persen ke kanan. Inilah tendensi kesandaran kita untuk melakukan aksi walau justru dengan berdiam diri lebih efektif.

Aksi bias seperti ini sering terjadi. Pemilik klub yang condong pecat pelatih meskipun hasilnya sama saja. Karyawan sibuk-sibuk berinovasi padahal dengan duduk manis penghasilan pun tetap sama.

Andre Spicer seperti dikutip Guardian (11/07/2018), menyebut satu alasan psikis atas hal ini adalah kita ingin menghindari kekecewaan. Saat penalti, penjaga gawang dalam tekanan karena posisi kalah cenderung melompat.  Sekelompok psikolog Belanda menemukan hal serupa dalam penelitian mereka. Mereka mencatat jika seseorang dihadapkan pada rentetan hasil negatif maka mereka akan melakukan sesuatu daripada berdiam. Adagium lama, setidaknya telah berusaha walaupun kalah ketimbang tidak melakukan apa-apa.

Alasan lain adalah kita tidak hilang harga diri. Para fans sepakbola mafhum jika penjaga gawang salah menebak salah lompat pada adu penalti. Ketidakberuntungan. Lain jika penjaga gawang hanya terpaku di tempat sementara bola meluncur ke kanan. Fans akan menghardik kemalasan sang kiper. Sehingga, inilah hukumnya. Kita menghargai kiper yang melompat dan dilain sisi mengecam mereka jika kiper berdiam diri saja meski keduanya berbuah hasil yang sama: kekalahan.

Ini juga yang diterapkan di banyak perusahaan. Jika manajer seketika mengimplementasikan mode manajemen yang baru di perusahaan mereka dihadiahi bonus berlimpah. Bahkan jika tidak memberi untung perusahaan secara signifikan. Kita juga bias melihat pemerintah seperti itu. Ketika pemerintah menerapkan kebijakan dalam suatu keadaan krisis (tak peduli dampak kehancurannya), masyarakat menilai positif ketimbang duduk membisu. Begitu pula dengan pelayanan kesehatan. Lazimnya, kita ingin dokter yang menganjurkan perawatan intensif daripada dokter yang hanya sekadar cek badan saja. Ini mengabaikan fakta bahwa perawatan intensif (rawat jalan) padahal kita baik-baik saja akan menggerogoti psikologis kita. Yang pada akhirnya memburuklah kesehatan kita.

Membuat keputusan terbaik berarti menjaga tindakan bias kita sendiri. Seringkali rahasia sukses adalah tidak melakukan apa-apa, untuk sementara waktu. Sebagai contoh, pemain tenis terbaik adalah yang mampu menjaga daerahnya selama mungkin dari bola serangan pemain lawan. Ini memberikan waktu untuk mereka mengukur bola masuk dan membalas pukulan dengan tepat dan mematikan.

Foto: The Telegraph

Menahan diri juga efektif dalam dunia politik. Cosimo de Medici adalah contoh sahih. Ia mendominasi masa Renaissance di kota Florence Italia. Ia bankir  dan politisi. Keahliannya adalah menunggu sambil menyaksikan lawan politik menyerang dan menunjukkan kekuatannya.  Kondisi ini memberikan Medici keuntungan dalam jarak: Ia tahu kepentingan musuhnya justru saat lawannya tidak menyadari sikap diamnya Medici. Sebagai tambahan, akan banyak sumber daya yang terbuang saat melakukan aksinya, Medici hanya duduk santai, mengamati sambil menanti waktu yang tepat untuk respon yang paripurna. Medici sendiri karir politiknya singkat, hanya saja pengaruhnya pada perpolitikan Florence luar biasa.

Analisa ini yang dipakai Van Gaal saat mengganti Jesper Cillesen dengan Tim Krul saat menghadapi adu penalti perempat final Piala Dunia 2014 melawan Kosta Rika. Secara teknik Krul tidak lebih baik dari Cillesen. Namun, H-1 sebelum pertandingan Krul sengaja diberi latihan khusus penalti, ancang-ancang jika adu penalti akan terjadi. Setelahnya kita tahu Krul jadi pahlawan hari itu.

Penjaga gawang saat menghadapi tendangan penalti harus mengingat: Kadang kala aksi terbaik adalah nir-aksi. Jika penendang mendekati titik penalti, akan lebih baik kiper menganalisa sang algojo layaknya Medici ketimbang melakukan aksi lompatan heroik tanpa arah seakan bahaya ada di pelupuk mata.

Tags: penaltisepak bola
Tweet12Share19Share5Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

F-MIPA USU Gelar Konferensi Internasional Inovasi Sains dan Teknologi

F-MIPA USU Gelar Konferensi Internasional Inovasi Sains dan Teknologi

July 22, 2019
Mahasiswa UNS Ciptakan Plester Luka dari Tandan Kosong Sawit

Mahasiswa UNS Ciptakan Plester Luka dari Tandan Kosong Sawit

June 25, 2019
Tiga Inovasi Penting Dalam Pengentasan Stunting

Tiga Inovasi Penting Dalam Pengentasan Stunting

April 10, 2019
Kolaborasi Tim Berhasil Identifikasi Lukisan Cap Tangan di Karst Sangkulirang

Kolaborasi Tim Berhasil Identifikasi Lukisan Cap Tangan di Karst Sangkulirang

December 16, 2018
Pakar Farmakologi Kanada Bicara Cara Memasukan Obat ke Otak

Pakar Farmakologi Kanada Bicara Cara Memasukan Obat ke Otak

October 1, 2018
Pemahaman Geografi Konflik Dapat Cegah Perburuan Harimau

Pemahaman Geografi Konflik Dapat Cegah Perburuan Harimau

August 28, 2018
Cahokia, Inovasi Beras Berprotein Tinggi

Cahokia, Inovasi Beras Berprotein Tinggi

August 26, 2018
Wow, Film Interaktif yang Ending-nya Sesuai Mau Penonton

Wow, Film Interaktif yang Ending-nya Sesuai Mau Penonton

August 5, 2018
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
Perjalanan itu Merubah Manusia

Perjalanan itu Merubah Manusia

March 6, 2026

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version