Sahabat Dewantara.id, ternyata teman-teman Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memiliki robot selam loh yang bernama Robot ORCA. Robot ini baru saja berhasil menjadi Runner Up dalam kompetisi The 2nd ASEAN MATE Underwater Robot Competition yang berlangsung di Kolam Renang Koni Surabaya pada April lalu.
ORCA adalah robot selam yang dapat dioperasikan dari jauh menggunakan remot kontrol. Menurut satu dari sebelas anggota tim yang ada yakni Ahmad Wildan Ilhami, robot ini memiliki berat lima kilogram.
Desain robot berukuran 310 x 400 x 280 milimeter ini sengaja dibuat meruncing di bagian depan. “Supaya lebih mudah dalam memecah aliran, terutama saat menyelam di bawah air,” tutur Ahmad Wildan Ilhami seperti dikutip dari ITS Media Center (18/5).
Wildan menambahkan dalam unit seberat lima kilogram ini terdapat kotak penyimpanan yang memiliki peran ganda, yaitu sebagai peningkat daya apung dan sebagai tempat komponen elektronik. “Robot ini dirancang agar memiliki berat jenis yang lebih rendah daripada air sehingga dapat mengapung secara otomatis,” imbuhnya.
Pada kompetisi ini, terdapat tiga misi yang harus diselesaikan yaitu menemukan bangkai pesawat yang jatuh, mengetahui letak dan seismik gempa, serta menemukan indikasi letak sumber energi.
“ORCA mampu mengetahui koordinat pesawat yang jatuh hanya dalam waktu 15 menit,” ungkap pria asal Bojonegoro tersebut.
Menurut Wildan, pembuatan ORCA ini tak serta-merta lancar. Tim Hydro Sub seringkali mengalami hambatan, baik secara teknis maupun non teknis. “Kami sempat mengalami pemadaman ketika menguji modul listrik, sehingga menghambat beberapa proses,” tutur mahasiswa Departemen Fisika tersebut.
Meski demikian, robot yang dikerjakan selama hampir empat minggu tersebut berhasil mengantarkan Wildan dan tim menjadi runner up dengan skor 187. Ketika ditanya mengenai kesannya, Wildan memaparkan bahwa tim Hydro Sub mengalami pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga selama proses.
“Kami menjadi lebih akrab dengan berbagai teknologi baru dari beberapa komponen yang digunakan, misalnya pengendali mikro,” pungkas Wildan.











