Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Seni Budaya

Kenangan Asam Manis Yang Sudah Berusia 3652 Hari (Tribut Film 500 Days Of Summer)

dewantara.id by dewantara.id
July 21, 2019
in Seni Budaya
0

Cuitan Zooey Deschanel dengan gambar salah satu scene dari 500 Days of Summer (Twitter.com)

119
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Sebuah tribut atau penghormatan acapkali disebut dalam rangka merawat ingatan.


Dewantara, Jakarta – Baik Zooey Deschanel dan Joseph Gordon-Levitt dalam cuitannya (18/07) merayakan 10 tahun sejak rilis film komedi-romantis 500 Days Of Summer yang secara ekstrim berhasil jungkir balik perasaan penonton– dan Rolling Stone US menempatkannya sebagai film komedi romantis terbaik 2009.

Tulisan ini adalah reproduksi ulang tulisan 2009, sebagai bentuk tribut penulis pada karya sutradara Marc Webb fenomenal ini. Berikut hasil ketak-ketik 10 tahun lalu (dengan perubahan seperlunya):


“Ini adalah kisah pemuda bertemu seorang gadis. Tapi kamu harus tahu sebelumnya, ini bukanlah kisah cinta,” begitu narasi film ini.

Saya tak percaya awalnya pada janji narator film ini. Yang ada dalam pikiran saya—dengan intro perempuan dan laki-laki—adalah ini bergenre komedi romantis biasa. Sama dengan film 2009 lainnya; The Ugly Truth, The Proposal, dll. Persepsi itu mudah terbentuk. Apalagi saya kerap menonton FTV yang tayang di banyak stasiun TV kita.

Alur komedi romantis sederhana dan mudah diterka. Pemeran utama pria dan wanita, hampir pasti di akhir cerita mereka akan menikah, atau setidaknya jadian. Yang berbeda di masing-masing film tak jauh dari perbedaan latar belakang atau karakter antara keduanya. Sebutlah tukang kambing, supir angkot, penggali kubur pacaran dengan pengusaha muda, anak orang kaya, anak sultan negeri jiran dan seterusnya. Sangat tipikal.

Namun film (500) Days of Summer ditempatkan sebagai 10 film terbaik 2009 versi majalah Rolling Stones US. Itu yang membuat saya penasaran. Awalnya ragu saat menonton film ini, apalagi dengan genre komedi romantis yang terlabel.

Film ini awalnya memperkenalkan Tom Hansen (Joseph Gordon-Lewitt), pemuda yang percaya kebahagiaan sejati lewat cinta. Dia yakin akan menemukan orang yang “tepat” pada saatnya. Si gadis, Summer Finn (Zooey Deschanel) malah berseberangan. Akibat perceraian orangtuanya, ia tak percaya cinta. Summer berujar, “I don’t want to be anything for anyone” atau “aku tak ingin menjadi sesuatu bagi siapapun.”

Yang menarik di film ini yakni angka 500 hari. Romansa yang naik turun dengan kecepatan ekstrim. Penonton digiring meloncati adegan per adegan dalam hitungan, dengan pendekatan alur maju-mundur. Di awal film, pergumulan perasaan Tom dan Summer saja sudah mulai pada hari ke-290. Saat itu, Tom bersedih pada pertengkarannya dengan Summer.

Menuju adegan hari pertama, kala Tom pertama kali bertemu Summer di sebuah kantor penerbit kartu ucapan. Hari ke hari sampai ke-31, di sebuah karaoke bar, seperti diduga hubungan mereka kian dekat.

Beberapa adegan mesra hari ke-27 hingga ke-31 lambat laun mengakumulasi hubungan mereka. Tom menari-nari bahagia saat berjalan menuju kantor. Menaiki lift dengan senyum riang. Tiba-tiba adegan meloncat ke hari 282. Lift terbuka, muka Tom terlihat sangat murung, penampilannya acak-acakan.

Cuitan Joseph Gordon-Levitt dengan gambar salah satu scene dari 500 Days of Summer (Twitter.com)

Loncatan adegan ini seakan membikin penonton main tebak-tebakan. Kira-kira hari apa Tom putus atau di hari apa mereka benar jadian? Terasa asyik.

Sutradara Marc Webb merancang gambaran cinta yang naif dengan sempurna. Kita seperti menangkap perasaan halus dan lugunya Tom.

Setelah loncat-loncatan adegan, hari ke-259 nampaknya jadi kulminasi keseriusan hubungan mereka. Tom kemudian mempertanyakan status, tapi Summer masih bersikukuh hanya ingin berteman.

Tak jelas sebenarnya kapan Tom menjauh, kapan pula Summer memutuskan berhenti bekerja. Namun di hari ke-402, Tom tak sengaja berpapasan dengan Summer di kereta. Mereka mengobrol layaknya teman lama.

Pada hari ke-408, adegan berlangsung unik. Saat Tom menghadiri pesta kebun Summer, tayang dua frame terpisah dalam satu kejadian; satu berisi harapan Tom, satu lagi berisi realita. Kenyataan ini ternyata pahit. Telah melingkar cincin pertunangan di jari Summer. Kehancuran perasaan dan keyakinan Tom yang sangat.

Akibat perasaan Tom yang makin kacau dan kinerjanya yang memburuk, dia akhirnya memutuskan berhenti bekerja. Dalam pertemuan kebetulan sekali lagi dengan Summer pada hari ke-488 di taman favoritnya.

Tom menjelaskan pada Summer bahwa ia tak lagi yakin pada kemurnian cinta, sebaliknya Summer tiba-tiba merasakan pendapat Tom dahulu benar. Cinta itu seperti ditakdirkan baginya.

Kedua pemeran utama bermain sangat baik dan tepat dipilih. Joseph, pemeran Tom, dapat memerankan seorang pria yang begitu berseri-seri dan begitu terpukul karena cinta dalam satu waktu. Zooey, pemeran Summer, juga demikian.

Tampang tak berdosa yang berkeyakinan teguh ini, ternyata dapat mengubah prinsip sebegitu mudahnya. Membuat Anda bakal gregetan, tapi tak mampu berhenti memandangnya.

Visualisasi yang estetik dan soundtrack apik juga menjadi nilai plus. Iringan band The Smiths, Doves dan band Inggris lainnya dipadu dengan pengambilan adegan modern terasa unik.

Bagiku, film ini masih bertema cinta, namun bukan picisan. Dalam gejolak 500 hari bersama Summer, Tom banyak belajar mengenai esensi hubungan, usaha rekonsiliasi dengan mantan, hingga menerima kenyataan.

Akhirnya, ini bukan film komedi romantis biasa dengan rumus sakti happy ending. Sebab, para pemeran utama tidak jadi menikah. Tapi dengan kelucuan getir dan pembelajaran Tom, sekaligus tampilan alur filmnya, ending film ini sudah buatku happy.

(Hendro Prasetyo)

Repro dari klik disini

Tags: (500) days of summerkisah cintakomedi romantismarc webbresensi film
Tweet30Share48Share12Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Suguhan Sekian Semesta dalam Dr.Strange: Multiverse of Madness

Suguhan Sekian Semesta dalam Dr.Strange: Multiverse of Madness

May 11, 2022
Review Serial Hitam: Zombi Masuk Desa

Review Serial Hitam: Zombi Masuk Desa

August 17, 2021
The Falcon and Winter Soldier: Sambutlah “Black Captain America” yang Humanis dan Politis

The Falcon and Winter Soldier: Sambutlah “Black Captain America” yang Humanis dan Politis

June 9, 2021
A Quiet Place II: Tegang dan Seru Selevel Jurassic Park Lost World dan I’m Legend

A Quiet Place II: Tegang dan Seru Selevel Jurassic Park Lost World dan I’m Legend

June 9, 2021
Ulas Serial ‘Girl From Nowhere: Season 1’: Setan Itu Hanya Menggoda

Ulas Serial ‘Girl From Nowhere: Season 1’: Setan Itu Hanya Menggoda

June 7, 2021
Menyelami Masa Revolusi Indonesia lewat Idrus

Menyelami Masa Revolusi Indonesia lewat Idrus

April 18, 2020
Revolusi Indonesia Lewat Layar Lebar

Revolusi Indonesia Lewat Layar Lebar

April 15, 2020
Mentari di Raja Ampat: Wisata Terestrial Berbasis Konservasi

Mentari di Raja Ampat: Wisata Terestrial Berbasis Konservasi

January 24, 2020
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

Dakwah di Pinggir Jalan: Konsistensi LAZISNU Cilegon dalam Berbagi Takjil

March 16, 2026
Perjalanan itu Merubah Manusia

Perjalanan itu Merubah Manusia

March 6, 2026

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version