Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Sosok

Nasirun: 23 Tahun Mengabdi Untuk Papua

dewantara.id by dewantara.id
August 24, 2016
in Sosok
0
Nasirun: 23 Tahun Mengabdi Untuk Papua
56
SHARES
627
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Dewantara- Nasirun, lelaki kelahiran Karangnangka, Purwokerto, 7 Juli 1968 pada mulanya ke Papua mengikuti ayahnya yang seorang veteran. Ia lalu tinggal dan bersekolah di Papua sejak kecil. Berbeda dengan sang ayah, Nasirun kemudian lebih memilih bidang pendidikan untuk lahan pengabdiannya yakni menjadi guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Banyak pengalaman menarik Nasirun selama mengajar di daerah 3 T. Salah satunya pengalaman saat ujian nasional pada 2011 yang mewajibkan semua muridnya  mengumpulkan foto untuk ditempel di kartu UN.

Namun ada satu siswa yang tidak masuk dan tidak mengumpulkan foto. Setelah ditunggu selama tiga hari, siswa itu tidak juga masuk sekolah. Nasirun pun akhirnya mengambil inisiatif datang ke rumah muridnya untuk mencari penyebabnya. Setibanya di sana, ia baru tahu, jika muridnya tidak mengumpulkan foto karena tidak punya uang. Nasirun kemudian memfasilitasi muridnya agar tetap bisa mengikuti ujian nasional.

“Di sana, untuk mengumpulkan foto setidaknya siswa harus mengeluarkan uang sebesar Rp 20.000 dan untuk transport sekitar Rp300.000,” tutur Nasirun.

Pengabdiannya menjadi guru dari tahun 1993, akhirnya berbuah manis. Pria yang saat ini menjadi Kepala Sekolah SMP N 17 Sorong, Papua Barat itu terpilih menjadi Juara 1 kategori kepala sekolah jenjang sekolah menengah pertama (SMP) tingkat nasional.

Lokasi sekolah yang dipimpinnya itu sekitar 160 kilometer dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong yang terletak di kota, atau setara dengan perjalanan selama 12 jam melalui jalur laut. Sementara murid-murid Nasirun berasal dari tujuh desa di sekitar lokasi sekolah tersebut. Selama menjadi kepala sekolah, Nasirun menempati rumah dinas yang berjarak 2 Km dari sekolah.

“Saya tentu merasa bangga. Ini merupakan surprise bagi saya. Dan semoga ini bisa menjadi motivasi bagi saya untuk terus melakukan yang lebih baik,” kata Nasirun.

Prestasi ini juga bukan tidak mudah didapatkannya. Setelah menjadi Kepala Sekolah SMP Berdedikasi di Kecamatannya, Salawati Selatan, Nasirun kemudian melaju ke tingkat kabupaten hingga provinsi. Ia harus bersaing dengan 7 guru lainnya hingga terpilih menjadi wakil Provinsi Papua Barat dalam pemilihan Guru Berprestasi dan Berdedikasi di tingkat nasional tahun 2016.

Usai menyisihkan 17 orang di tahap final di Jakarta, Nasirun akhirnya berhasil menjadi juara 1 Kepala Sekolah SMP Daerah Khusus Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2016. Atas prestasi ini, ia berharap akses transportasi, komunikasi, informasi, dan listrik di wilayah mereka lebih baik dari sebelumnya.

“Karena mereka (siswa di Kabupaten Sorong)sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa. Dan semoga ke depan aksesnya bisa lebih baik agar kami bisa sama dengan sekolah-sekolah yang ada di kota,” tuturnya.

 

(Kemdikbud/Annisa)

Tags: guru berprestasiPapua
Tweet14Share22Share6Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Irisan Semangat Pendidikan Dewi Sartika Dengan Konsep Pendidikan Waldorf

December 6, 2019

Mengenang Cliff Burton (1962-1986)

September 29, 2019

Mengenal Bill Browder, Sosok Musuh Nomor Satu Putin

June 21, 2018
Mahatma Gandhi: Pejuang yang Menolak Jalan Kekerasan

Mahatma Gandhi: Pejuang yang Menolak Jalan Kekerasan

June 14, 2018
Panggil Dia Dengan Sapaan “Bang Ali”

Panggil Dia Dengan Sapaan “Bang Ali”

June 11, 2018
Pramoedya Ananta Toer. sumber: goodreads.com

Mengenal Pram Melalui Pameran “Namaku Pram”

June 4, 2018
Colliq Pujié : Mengenal Perempuan Penggerak Literatur Kuno Bugis

Colliq Pujié : Mengenal Perempuan Penggerak Literatur Kuno Bugis

June 1, 2018

Roel Mustafa : Mengidamkan 1000 Janda

November 5, 2017
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version