Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Seni Budaya

‘Bus Stage’, Penunggang Badai, dan Barasuara

dewantara.id by dewantara.id
September 27, 2019
in Seni Budaya
0
‘Bus Stage’, Penunggang Badai, dan Barasuara

foto: dewantara.id

80
SHARES
886
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Dewantara, Cilegon – Penikmat musik di Kota Cilegon dapat memuaskan dahaga seni mereka ketika Barasuara – band musik rock asal Jakarta – manggung untuk pertama kali di Cilegon Center Mall pada Rabu (25/9/2019). Barasuara merupakan penampil utama dalam Stage Bus Jazz Tour 2019 yang disponsori oleh salah satu perusahaan rokok. Walau tentu musik Barasuara tidak begitu nyambung dengan apa yang disebut aliran musik jazz tapi sepertinya tidak ada yang begitu memperhatikan  ketidakcocokan tersebut, karena musik kan katanya universal.

Menyapa Penunggang Badai

Barasuara tampil dan langsung menggeber penonton dengan 2 lagu, “Seribu Racun” dan “Haluan” yang diambil dari album terbaru mereka yang dirilis tahun 2019, Pikiran dan Perjalanan. Setelahnya, vokalis Iga Massardi, baru mulai menyapa, “Selamat malam Cilegon, gimana kabarnya? Senang sekali bisa datang ke sini, bertemu kalian dan para penunggang badai juga.” Penunggang Badai adalah sebutan bagi fans Barasuara. Lalu Iga lanjut dengan berterimakasih kepada sponsor dan penyelenggara kegiatan. Dan menyusul lagu-lagu, “Masa Mesias Mesias”, “Pikiran dan Perjalanan”, “Pancarona”.

foto: dewantara.co.id

Penonton terlihat bernyayi dan berjoget. Namun dengan panggung yang terlihat sangat kecil, pergerakan personil terlihat sangat terbatas, di panggung seluas 4 x 6 meter. Tapi memang karena konsepnya ‘stage bus’, penonton melihat ‘display’ atau tampilan band yang ‘sempit’ seperti di dalam figura. Beruntung bassist, Gerald Situmorang mobilitasnya tinggi dengan mondar-mandir, dan duo vokalis cewek, yang sama-sama alumni SMA Negeri 6 Jakarta dan sama-sama anak Taruna Pecinta Alam (TRUPALA), yaitu Puti Citara dan Asteriska (a.k.a. ichyl)  begitu luwes dan enerjik.

Panggung A Stage pada event Soundrenaline ketika Barasuara manggung pada 8/9/2018 yang lalu. Ukuran panggung A Stage seluas 12 x 10. foto: Hasief Ardiasyah

Beberapa penonton nampak menantikan Barasuara memainkan 2 lagu favorit dari album Taifun (2015), yaitu “Bahas Bahasa” dan “Api dan Lentera”, namun Barasuara tidak memainkan dua nomor tersebut. Walau demikian sensitifitas band ini terlihat dari kepedulian mereka terhadap isu bencana asap akibat pembakaran hutan di Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan yang patut dipuji. Sebagaimana Barasuara juga ikut mengkampanyekan #MusisiLawanAsap .

Bus Stage yang relatif sempit, namun positifnya podium panggung rendah lebih mendekatkan dengan penonton. foto: dewantara.co.id

Suasana paling ‘pecah’ malam itu adalah di lagu “Guna Manusia”. Setelahnya, untuk isu #ReformasiDikorupsi sendiri, Iga tidak mau terlalu spesifik menyuarakan dukungan . “Wah, nggak enak terlalu politik nanti gue kena tegur sama penyelenggara lagi,” katanya diiringi tawa. Tetap saja, ada momen menarik, dimana akhirnya Iga memekik “Hidup mahasiswa!” Dan dibalas dengan pekik yang sama dan lebih keras dari semua Penunggang Badai.

Ahmad Muttaqin

Tags: BarasuaraBus StageCilegonPenunggang Badai
Tweet20Share32Share8Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Suguhan Sekian Semesta dalam Dr.Strange: Multiverse of Madness

Suguhan Sekian Semesta dalam Dr.Strange: Multiverse of Madness

May 11, 2022
Review Serial Hitam: Zombi Masuk Desa

Review Serial Hitam: Zombi Masuk Desa

August 17, 2021
The Falcon and Winter Soldier: Sambutlah “Black Captain America” yang Humanis dan Politis

The Falcon and Winter Soldier: Sambutlah “Black Captain America” yang Humanis dan Politis

June 9, 2021
A Quiet Place II: Tegang dan Seru Selevel Jurassic Park Lost World dan I’m Legend

A Quiet Place II: Tegang dan Seru Selevel Jurassic Park Lost World dan I’m Legend

June 9, 2021
Ulas Serial ‘Girl From Nowhere: Season 1’: Setan Itu Hanya Menggoda

Ulas Serial ‘Girl From Nowhere: Season 1’: Setan Itu Hanya Menggoda

June 7, 2021
Menyelami Masa Revolusi Indonesia lewat Idrus

Menyelami Masa Revolusi Indonesia lewat Idrus

April 18, 2020
Revolusi Indonesia Lewat Layar Lebar

Revolusi Indonesia Lewat Layar Lebar

April 15, 2020
Mentari di Raja Ampat: Wisata Terestrial Berbasis Konservasi

Mentari di Raja Ampat: Wisata Terestrial Berbasis Konservasi

January 24, 2020
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version