Dewantara
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi
Dewantara
No Result
View All Result
Home Seni Budaya

Ulas Film ‘Exit’: Teruntuk Kalian Penggemar Panjat Tebing

Oleh Hendro Prasetyo

dewantara.id by dewantara.id
September 18, 2019
in Seni Budaya
0
Ulas Film ‘Exit’: Teruntuk Kalian Penggemar Panjat Tebing

Sumber: CJ Entertainment

78
SHARES
865
VIEWS
Share on TwitterShare on Facebook

Film Exit (2019) berisi aksi panjat tebing dengan bumbu komedi terbaik asal Negeri Ginseng. Efeknya bagi saya setelah menonton film ini ada dua: giat-giatlah berolahraga atau ya sudah pasrah pada Yang Maha Kuasa.

 

Film-film kategori bencana atau catastrophe/doomsday (bumi hangus) bisa dibilang agak rumit nan licin, salah eksekusi bisa tergelincir. Seperti film Armageddon (1998), secara kualitas masih kurang walau sudah teken kontrak deretan aktor beken macam Bruce Willis dan Ben Affleck. Yang bisa diingat hanya lagu pengiring I Don’t Wanna Miss A Thing dari Aerosmith. Daftar film-film bencana sejak dari sana makin banyak, meski yang berkualitas hanya segelintir. (Tolong jangan diingat-ingat film 2012 yang cuma heboh itu!)

Sineas Korea Selatan untuk urusan film-film kiamat kecil macam ini atau zombi-zombian boleh dibilang tidak buruk. Pendekatannya berbeda ketimbang Hollywood yang hanya fokus bagaimana aktor utama menyelamatkan diri. Film Train To Busan (2014) adalah contoh epik. Tidak saja secara akting yang paripurna dan latar tempat yang wah, melainkan jalinan cerita yang kuat dan berkelindan dengan mulus.

Tahun ini, sepertinya sineas dan pelaku film Negeri Ginseng tak henti bikin kejutan. Setelah film fenomenal Parasite (2019) diikuti lagi oleh film Exit (2019). Film Exit (2019) sejak cuplikannya beredar di kanal Youtube, khalayak menunggu akting Im Yoona –ex member grup SNSD—yang harus beradu fisik di film thriller ini.

Im Yoona berperan sebagai Eui Ju, asisten manager penyewaan gedung. Lawan mainnya, Yong Nam (Jo Jung-suk) adalah seorang pengangguran yang kerap diremehkan oleh keluarga besarnya. Keempat kakak perempuan dan kakak iparnya sering memandang sebelah mata pada Yong Nam.

Cerita dimulai saat Ibu Yong Nam merayakan ulang tahun ke 70, di sebuah gedung yang disana dilayani Eui Ju. Kedua pemeran utama dikisahkan memiliki kilas masa lalu yang manis-manis getir. Getir khususnya pada Yong Nam yang cintanya ditolak oleh Eui Ju. Ketika hendak kelar acara perayaan ulang tahun, tiba-tiba seluruh kota diserang gas beracun—tak terkecuali gedung tempat Eui Ju.

Apa yang akan Anda lakukan jika gas beracun menyebar di kota? Lari kemudian terpapar? Bersembunyi di dalam rumah? Berlari ke atap gedung? Premis inilah yang dimainkan sutradara Sang Geun Lee.

Gas beracun menyebar mulai dari permukaan hingga terus menerus meninggi. Nahas, kakak Yong Nam telah menghirup gas tersebut. Pilihan ada pada berlari ke atap gedung sambil nunggu pertolongan udara.

Film Exit, meski bertema bencana, namun memberikan sentuhan baru. Khususnya tema keluarga dimana Yong Nam, si bungsu pengangguran tersebut, walau dipandang sebelah mata namun punya keahlian panjat tebing yang mumpuni. Akhirnya skill itulah yang menyelamatkan seluruh anggota keluarganya.

Sutradara Sang mengarahkan penonton untuk menikmati adu akting Yong Nam dan Eui Ju yang sama-sama ahli panjat tebing. Segala ketegangan yang dibangun di film ini didesain segala yang berkaitan dengan olahraga tersebut, seperti loncat antar gedung, bertahan pada seutas tali, menyusur dinding gedung, bergelantungan dan sebagainya.

Keduanya sangat total dalam seni peran. Totalitas kedua pemeran tersebut ditunjukkan dengan sebagian besar adegan fisiknya tidak menggunakan jasa pemeran pengganti. Kabarnya sebelum pembuatan film ini, baik Im Yoona dan Jo Jung-suk sama-sama berlatih panjat tebing hingga berbulan-bulan.

Film ini tidak menonjolkan sisi percintaan antara kedua pemeran. Jika pun ada, paling samar-samar. Tidak memberi ruang lebih untuk dialog-dialog intim, walaupun sebagian besar film terpusat pada usaha pasangan ini menyelamatkan diri dan orang lain.

Bukan Film Untuk Fobia Ketinggian

Exit berhasil memadukan ketegangan dan komedi dengan rapi. Eksekusinya pas. Saat mereka melintas tali di antara dua gedung, terasa benar deg-degan dan gregetan.

Buat penonton yang takut ketinggian, saya sarankan jangan. Teruntuk kalian penggemar panjat tebing, maka Exit dipersembahkan khusus untuk kalian. Skill panjat dan lompat diperagakan apik. Ditambah dengan penempatan sudut kamera yang pas, peragaan keterampilan fisik pasangan ini terasa hebat.

Komedinya ada pada kejadian-kejadian atau situasi dengan cara yang subtil. Ada saja jarak antar gedung yang terlalu jauh dari perkiraan, pijakan yang kurang kokoh sehingga patah, atau peralatan masker gas yang waktu pemakaiannya terbatas.

Saya paling terkesan adalah saat kakak Yong Nam diangkut ke atap gedung. Seolah satu kepala antara Yong Nam dan Eui Ju soal P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan). Dengan sigap membuat tandu, peralatan panjat, baju kedap udara, hingga sikap tubuh saat mendarat dari ketinggian dibantu bantal. Sebagai hiburan film ini menghibur. Meski kerap tampil berdua, akhirnya ada juga film Korea yang ujungnya tidak melulu pacaran.

Film: Exit / Exiteu

Tahun rilis: 2019

Sutradara: Sang Geun Lee

Pemain: Jo Jung-suk, Im Yoona, Du-Shim Ko, In-Hwan Park

Tweet20Share31Share8Share
dewantara.id

dewantara.id

Related Posts

Suguhan Sekian Semesta dalam Dr.Strange: Multiverse of Madness

Suguhan Sekian Semesta dalam Dr.Strange: Multiverse of Madness

May 11, 2022
Review Serial Hitam: Zombi Masuk Desa

Review Serial Hitam: Zombi Masuk Desa

August 17, 2021
The Falcon and Winter Soldier: Sambutlah “Black Captain America” yang Humanis dan Politis

The Falcon and Winter Soldier: Sambutlah “Black Captain America” yang Humanis dan Politis

June 9, 2021
A Quiet Place II: Tegang dan Seru Selevel Jurassic Park Lost World dan I’m Legend

A Quiet Place II: Tegang dan Seru Selevel Jurassic Park Lost World dan I’m Legend

June 9, 2021
Ulas Serial ‘Girl From Nowhere: Season 1’: Setan Itu Hanya Menggoda

Ulas Serial ‘Girl From Nowhere: Season 1’: Setan Itu Hanya Menggoda

June 7, 2021
Menyelami Masa Revolusi Indonesia lewat Idrus

Menyelami Masa Revolusi Indonesia lewat Idrus

April 18, 2020
Revolusi Indonesia Lewat Layar Lebar

Revolusi Indonesia Lewat Layar Lebar

April 15, 2020
Mentari di Raja Ampat: Wisata Terestrial Berbasis Konservasi

Mentari di Raja Ampat: Wisata Terestrial Berbasis Konservasi

January 24, 2020
Load More

Tentang Kami

Dewantara adalah situs informasi seputar kebudayaan khususnya lingkup pendidikan. Berisi artikel, berita, opini dan ulasan menarik lainnya. Dihuni oleh para penulis dan praktisi berpengalaman.

E-mail: jejaringdewantara@gmail.com
Yayasan Bintang Nusantara

Follow Us

Category

  • Advetorial
  • Dari Anda
  • Galeri
  • Garis Waktu
  • Internasional
  • Jejak
  • Jendela Dunia
  • Kabar
  • Kakiku
  • Komunitas
  • Mahasiswa
  • Nasional
  • Opini
  • Praktisi
  • Profil
  • Sains
  • Seni Budaya
  • Siswa
  • Sosok
  • Tips
  • Uncategorized

Popular

  • SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    SMPN 5 Cilegon Serius untuk Jadi Sekolah Rujukan Google

    34 shares
    Share 14 Tweet 9
  • “Bahasa Melayu Sebagai Lingua Franca Masa Kurun Niaga”

    34 shares
    Share 14 Tweet 9

Recent News

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

Haul Akbar Syech Abdul Qodir Jailani di Link. Palas Berlangsung Semarak

October 6, 2025
LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

LP-NU dan LAZISNU Kolaborasi Gelar Bazar Murah Telur

August 31, 2025

© 2018 Dewantara.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Advetorial
  • Sosok
  • Jejak
  • Seni Budaya
  • Opini
  • Komunitas
  • Sains
  • Redaksi

© 2018 Dewantara.id

Go to mobile version